Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berniat Akuisisi Lahan 6 Hektare, URBN Siapkan Rp500 Miliar

Lahan yang diincar berada di kawasan Jakarta Timur dan nantinya akan dikembangkan menjadi mixed-use.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 25 November 2019  |  13:47 WIB
Presiden Direktur PT Urban Jakarta Propertindo Paulus Nurwandono (tengah) saat paparan publik perseroan terkait kinerja 2019 di Jakarta, Senin (25/11/2019). - Bisnis/Pandu Gumilar
Presiden Direktur PT Urban Jakarta Propertindo Paulus Nurwandono (tengah) saat paparan publik perseroan terkait kinerja 2019 di Jakarta, Senin (25/11/2019). - Bisnis/Pandu Gumilar

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Urban Jakarta Propertindo Tbk. akan menyiapkan dana sebesar Rp500 miliar untuk mengakusisi lahan seluas 6 hektare di Jakarta Timur.

Presiden Direktur Urban Jakarta Propertindo Paulus Nurwandono mengatakan dana tersebut ditujukan untuk mengakusisi lahan anyar di Jakarta Timur. Menurutnya, perseroan perlu melakukan ekspansi bisnis setelah membangun empat proyek.

“Kami akan menyiapkan dana sebesar Rp500 miliar untuk pengembangan kawasan itu tahun depan. Rencananya akan berkonsep sama dengan yang lain yaitu mixed-use dengan komersial area dan juga mal,” paparnya setelah paparan publik di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Dana itu berasal dari kas internal dan eksternal. Namun, Paulus belum dapat membocorkan pihak yang akan memberikan suntikan dana segar.

Selain itu, perusahaan ini juga akan melakukan Joint Venture (JV) dengan salah satu perusahaan properti untuk mengembangkan lahan tersebut. Meskipun JV, lanjutnya, emiten berkode saham URBN itu akan tetap memegang porsi mayoritas. 

“Konsep pembangunan tentu saja Transit Oriented Development (TOD) dengan area komersial dan mal. Rencananya akan ada sekitar 6 lot. Jadi mungkin kami dapat membangun 10-12 tower di lahan baru,” sambung Paulus.

Untuk tahap pertama, perseroan akan membangun dua tower. Dia menerangkan URBN bakal menggunakan strategi penjualan berupa rent-to-own.

Dengan konsep ini, pengembang menyewakan langsung unit apartemen sedangkan penyewa membayar bulanan sekaligus menyicil uang muka sampai batas waktu tertentu. Skema ini dipilih sesuai dengan visi URBN agar kaum milenial dan masyarakat yang masih unbankable dapat memiliki hunian. 

Saat ini, portofolio pemilik unit apartemen URBN terbagi menjadi 80 persen investor dan 20 persen pemilik langsung.

“Kami berpikir mengenai rent-to-own. Jadi sewa sekaligus mencicil, Kami inginnya 80 persen pengguna dan 20 persen investor. Tapi, karena industri properti sedang lesu jadi rencana kami mesti diubah. Padahal, tujuan kami agar mereka [masyarakat] punya akses,” papar Paulus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten properti aksi emiten
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top