Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jadi Komisaris Utama Pertamina, Ini Tugas Ahok

Kementerian BUMN memberikan tugas pengawasan BUMN minyak dan gas Pertamina kepada Ahok.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 22 November 2019  |  19:56 WIB
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Instagram@basukibtp
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Instagram@basukibtp

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian BUMN akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Senin (22/11/2019) untuk mengangkat jajaran direksi dan komisaris anyar.

Seperti diketahui Basuki Tjahja Purnama terpilih sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Pria yang akrab disapa Ahok itu bakal menggantikan Tanri Abeng.

Selain itu, Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Budi Sadikin yang merupakan Wamen BUMN sebagai Wakil Komisaris Utama Pertamina. Selain itu, ada Direktur Utama PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Emma Sri Martini dipercaya menjadi Direktur Keuangan Pertamina.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan peresmian ketiga orang itu akan dilaksanakan pada Senin pekan depan melalui RUPSLB.

Menurutnya, jabatan Komisaris Utama Pertamina yang dipercayakan kepada BTP atau Ahok adalah posisi strategis karena menjadi perwakilan Kementerian BUMN.

"Tugasnya Pak Ahok nanti adalah pengawasan. Dia memiliki kemampuan pengawasan yang sangat baik makanya diharapkan Ahok bisa mengawasi direksi untuk percepatan kinerja Pertamina," katanya pada Jumat (22/11/2019).

Arya menambahkan hal itu sejalan dengan tujuan Menteri BUMN untuk menggeber Pertamina. Ahok akan aktif bekerja pada Senin depan setelah RUPSLB.

Menurutnya selain pengawasan, Ahok akan diberikan tugas untuk menahan laju impor minyak dan gas, mengawal pembangunan kilang, dan melakukan negosiasi dengan raksasa minyak asal Arab Saudi, Saudi Aramco.

"Semua itu kan tugasnya Komisaris Utama," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina bumn
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top