Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Platinum Diprediksi Naik Signifikan di Sisa 2019

World Platinum Investment Council (WPIC) mengatakan dalam laporan kuartalan terbarunya bahwa investor bertaruh harga platinum akan naik dari posisi terendahnya dalam 10 tahun terakhir akibat lonjakan pembelian platinum untuk aset investasi hingga 1,2 juta ton ons pada tahun ini, menjadi defisit terkecil yang dimiliki pasar platinum sejak 2016.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 21 November 2019  |  19:03 WIB
Platina - Istimewa
Platina - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Lonjakan pembelian oleh investor di akhir tahun siap membawa defisit platinum menyempit dan mendorong harga untuk menguat signifikan.

World Platinum Investment Council (WPIC) mengatakan dalam laporan kuartalan terbarunya bahwa investor bertaruh harga platinum akan naik dari posisi terendahnya dalam 10 tahun terakhir akibat lonjakan pembelian platinum untuk aset investasi hingga 1,2 juta ton ons pada tahun ini, menjadi defisit terkecil yang dimiliki pasar platinum sejak 2016.

Angka tersebut naik signifikan jika dibandingkan dengan permintaan platinum pada 2018 yang hanya mencapai 15.000 ons.

“Pembelian untuk sektor investasi tersebut mengimbangi penurunan permintaan platinum dalam perhiasaan, manufaktur mobil, dan industri lainnya sehingga pasar diperkirakan kekurangan pasokan hingga 30.000 ons pada tahun ini,” tulis WPIC seperti dikutip dari laporannya, Kamis (21/11/2019).

Pangsa pasar Diesel yang saat ini cenderung lebih stabil diyakini juga akan membantu harga platinum bergerak lebih tinggi di sisa akhir tahun ini, karena beberapa investor percaya permintaan dari industri otomotif akan kembali naik pada tahun ini.

Apalagi, saat ini harga platinum lebih murah dibandingkan dengan paladium dan rodium, logam lain yang juga digunakan untuk mengekang emisi kendaraan.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Adapun, hampir dua perlima pasokan platinum sesungguhnya digunakan dalam knalpot kendaraan, terutama untuk mesin diesel, untuk mengurangi karbon emisi berbahaya kendaraan.

Sepanjang tahun berjalan 2019, platinum telah bergerak menguat sebesar 14,99% dan sempat bergerak menembus level US$1.000 per troy ounce, level yang terakhir terlihat pada Februari 2018.

Penguatan platinum pada tahun ini berhasil terbantu oleh rekan logam mulia lainnya, emas, yang juga mengalami reli signifikan akibat perang dagang AS dan China yang terjadi berlarut-larut sejak tahun lalu sehingga meningkatkan permintaan aset investasi aman.

Kendati demikian, WPIC memperkirakan bahwa pembelian di sektor investasi akan kembali turun ke 525.000 ons pada tahun depan, bersamaan dengan penurunan lebih lanjut dalam konsumsi mobil dan perhiasan yang akan menciptakan surplus pasokan hingga 670.000 ons.

Berdasarkan data Bloomberg, harga platinum pada perdagangan Kamis (21/11/2019) hingga pukul 18.41 WIB berada di level US$913 per troy ounce, bergerak melemah 0,46%.

Analis menilai penurunan platinum pada perdagangan kali ini, disebabkan oleh efek samping dari penurunan harga emas yang umumnya akan berefeksamping terhadap logam mulia lainnya.

Adapun, dalam beberapa perdagangan terakhir emas mendapat tekanan dari AS dan China yang siap untuk memiliki kesepakatan perdagangan parsial, walaupun belum diketahui secara jelas waktu dan tempat dari realisasi rencana tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

platinum
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top