Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cadangan Minyak di Cushing Menyusut, Minyak Mentah Melonjak

Harga minyak mentah melonjak paling tajam sejak awal bulan karena stok minyak mentah AS di pusat penyimpanan utama menyusut paling dalam sejak Agustus.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 21 November 2019  |  07:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah melonjak paling tajam sejak awal bulan karena stok minyak mentah AS di pusat penyimpanan utama menyusut paling dalam sejak Agustus.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember ditutup menguat 1,90 poin ke US$57,11 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Rabu (20/11/2019), kenaikan terbesar sejak 1 November. Kontrak Januari yang lebih aktif naik 1,66 ke level US$57,01.

Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak Januari menguat 1,49 poin ke level US$62,40 per barel di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London. Minyak mentah patokan global diperdagangkan lebih tinggi US$5,39 untuk WTI bulan yang sama.

Dilansir Bloomberg, Energy Information Administration (EIA) melaporkan bahwa pasokan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, turun 2,3 juta barel, penurunan terbesar dalam tiga bulan terakhir.

Sementara itu, persediaan minyak mentah nasional naik 1,38 juta barel, lebih rendah dari yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute pada hari Selasa.

Ashley Petersen, analis pasar minyak di Stratas Advisors LLC, mengatakan ada beberapa keresahan di pasar yang dapat mendukung penguatan harga.

"Tapi itu tidak mengubah gambaran mendasar yang menurunkan harga selama dua minggu terakhir, kekhawatiran tentang permintaan dan penawaran di masa depan," katanya, seperti dikutip Bloomberg.

Meskipun stok minyak mentah nasional naik, peningkatan tersebut lebih kecil dari volume minyak mentah yang dikeluarkan Strategic Petroleum Reserve. Persediaan minyak mentah dan produk gabungan turun 6,93 juta barel.

"Penurunan di Cushing mendorong harga WTI lebih tinggi," kata Matt Sallee, manajer portofolio di Tortoise, perusahaan yang mengawasi aset lebih dari US$21 miliar.

"Kami telah melihat beberapa gangguan dari pasokan Kanada, tetapi sulit untuk mengatakan dalam minggu tertentu, tapi saya pikir itulah yang mendukung harga WTI," lanjutnya.

Laporan EIA juga menunjukkan persediaan bensin naik 1,76 juta barel sementara pasokan distilasi turun 974.000 barel. Produksi minyak mentah tetap kuat di level 12,8 juta barel per hari untuk minggu kedua berturut-turut.

 

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Desember 2019
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan
20/11/201957,11+1,90 poin
19/11/201955,21-1,84 poin
18/11/201957,05-0,67 poin

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Januari 2020
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan
20/11/201962,40+1,49 poin
19/11/201960,91-1,53 poin
18/11/201962,44-0,86 poin

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah wti harga minyak mentah wti
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top