Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Usai Jual Menara, Ini Proyeksi Kondisi Keuangan Indosat (ISAT)

Setelah transaksi, ISAT diproyeksi memiliki liabilitas jangka panjang sebesar Rp22,49 triliun atau turun 15,9% dari proyeksi sebelum menjual menara yakni Rp26,73 triliun.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 21 November 2019  |  15:21 WIB
Logo Indosat Ooredoo di kantor pusat PT Indosat Tbk. - Indosat
Logo Indosat Ooredoo di kantor pusat PT Indosat Tbk. - Indosat

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah melepas 3.100 menaranya, emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk. (ISAT) mengalami perubahan proyeksi kinerja pada tahun ini. Berikut perinciannya.

Dikutip dari data pendapat kewajaran penilai independen Martokoesoemo, Pakpahan dan Rekan yang terlampir dalam keterbukaan informasi, Kamis (21/11/2019), terdapat proyeksi kinerja ISAT pada 2019 sebelum dan setelah melakukan penjualan menara.

Pascapenjualan menara, penilai independen tersebut menuliskan proyeksi kinerja operator berwarna kuning dari sisi laba bersih. Sebelum melakukan penjualan menara, ISAT menanggung rugi Rp320 miliar dan diproyeksi berubah menjadi laba sebesar Rp2,11 triliun.

Selain itu, liabilitas jangka panjang juga diestimasi mengalami penurunan setelah pelepasan menara dilakukan. Setelah transaksi, ISAT memiliki liabilitas jangka panjang sebesar Rp22,49 triliun atau turun 15,9% dari proyeksi sebelum menjual menara yakni Rp26,73 triliun.

Adapun, kontributor terbesar berasal dari utang jangka panjang sebesar Rp12,13 triliun atau turun 33,48% dari Rp18,23 triliun dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya.

Kas dari kegiatan investasi pun naik dua digit. Setelah perusahaan menjual menaranya, perusahaan diproyeksi memiliki kas dari kegiatan investasi sebesar Rp21,66 triliun atau naik 40,44% dari semula Rp15,42 triliun.

Seperti diketahui, ISAT telah menetapkan PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebagai pemenang 2.100 menara.

Lalu, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo yang merupakan anak usaha PT Sarana Menara Telekomunikasi Tbk. (TOWR) sebagai pemenang 1.000 menara.

Dari transaksi tersebut, harga yang disepakati sebesar Rp6,3 triliun untuk total 3.100 menara. Hari ini, ISAT menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) guna menyetujui transaksi pelepasan menara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indosat
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top