Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korporasi di Indonesia Didorong Tingkatkan Good Corporate Governance

Ajang penghargaan itu bertujuan untuk mendorong penerapan prinsip-prinsip good corporate covernance (GCG) perusahaan-perusahaan di Indonesia melalui keterbukaan informasi dan praktik-praktik GCG.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 21 November 2019  |  11:29 WIB
Trofi Annual Report Awards 2018. - instagram @pii_persero
Trofi Annual Report Awards 2018. - instagram @pii_persero

Bisnis.com, JAKARTA -Penganugerahan Annual Report Award 2018 kembali digelar untuk meningkatkan good corporate covernance (GCG) korporasi di Indonesia.

Kegiatan ARA 2018 merupakan penyelenggaraan kegiatan ARA yang ke-17 sejak pertama kali diselenggarakan pada 2002. ARA 2018 terselenggara berkat kerja sama dari 7 (tujuh) instansi penyelenggara, yaitu Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian BUMN, Bank Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak-Kementerian Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Komite Nasional Kebijakan Governance serta Ikatan Akuntan Indonesia.

Ajang penghargaan itu bertujuan untuk mendorong penerapan prinsip-prinsip good corporate covernance (GCG) perusahaan-perusahaan di Indonesia melalui keterbukaan informasi dan praktik-praktik GCG, yang dilakukan melalui penilaian terhadap laporan tahunan perusahaan dan pemberian rekomendasi perbaikan terhadap seluruh peserta ARA.

Penilaian dilakukan terhadap keterbukaan informasi laporan tahunan yang sesuai dengan ketentuan dan pedoman yang berlaku dan disajikan secara relevan dan wajar.

Ketua Pelaksana Annual Report Award (ARA) Mas Achmad Daniri menyebutkan penyelenggaraan ARA 2018 akan berbeda karena menggunakan aplikasi dimana penilaiannya menjadi lebih efisien dan data lebih otentik.

"Selain itu, pelaksanaan ARA ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas informasi dan governance melalui annual report atau buku laporan tahunan sebuah perusahaan," ujarnya saat memberikan sambutan, Kamis malam (14/11/2019).

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan bahwa salah satu hal yang termasuk dalam GCG perseroan yang baik adalah transparansi publikasi laporan keuangan.

Menurutnya, semakin transparan dan objektifnya laporan keuangan perseroan semakin membuat kaidah-kaidah governance suatu perseroan semakin baik.

"Ini penting karena merupakan transparansi kepada publik sehingga masyarakat kepercayaannya lebih meningkat lagi, laporan keuangan itu membantu masyarakat terhadap interest atau kepentingan terhadap perusahaan, tertentu terutama perusahaan yang listed," katanya usai malam penagurahan Annual Report Award.

Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk. Arie Prabowo mengangkat trofi ARA 2018./instagram @official_antam

PT Aneka Tambang Tbk. menyabet juara umum dan juara pertama pada kategori private non-keuangan listed.

Direktur Utama Antam Arie Prabowo mengatakan bahwa penghargaan juara umum pada gelaran ARA 2018 merupakan apresiasi yang positif atas upaya yang dilakukan perseroan dalam mewujudkan kinerja terbaik selama 2018 dengan tetap menjunjung praktitk tata kelola perusahaan yang baik.

"Dalam operasinya, Antam terus berkomitmen dalam melaksanakan prinsip-prinsip GCG melalui keterbukaan informasi dan praktik-praktik GCG untuk memberikan imbal hasil yang positif kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan," ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (20/11/2019).

Sementara itu, PT Sucofindo (Persero) meraih juara ketiga sebagai perusahaan laporan tahunan terbaik pada acara ARA 2018. Sucofindo menjadi juara ketiga pada kategori BUMN Non Keuangan Non Listed.

Budi Hartanto, Direktur Keuangan Sucofindo, mengatakan perseroan terus membangun GCG yang bagus untuk meningkatkan kepercayaan publik. Salah satunya tercermin lewat transparansi laporan keuangan.

“Ini menjadi ajang apresiasi bagi perusahaan dan diyakini oleh dewan juri bahwa laporan keuangannya sudah diuji dan transparan. Harapan kami bisa meningkat menjadi corporate yang diakui secara regional, bahkan global dan memenuhi compliance internasional,” katanya.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro (kedua kanan), Plt. Direktur Utama PT PII Muhammad Wahid Sutopo (paling kanan) berfoto setelah penyerahan trofi ARA 2018./instagram @pii_persero

Pada kategori BUMN Keuangan Non-listed, PT Taspen meraih peringkat pertama dalam Penghargaan ARA 2018.

Dalam keterangan resmi, Manajemen BUMN yang bergerak di bidang asuransi tabungan hari tua dan dana pensiun Pegawai Negeri Sipil ini menuturkan keikutsertaanTaspen dalam ARA 2018 merupakan wujud keseriusan perseroan dalam membuat Laporan Pertanggungjawaban Manajemen dan Implementasi penerapan Good Corporate Governance dalam segala lini perusahaan.

"Acara ini dapat menjadi sarana bagi Taspen untuk memperoleh masukan dari berbagai kalangan mengenai peningkatan kualitas Laporan Tahunan Perusahaan," tulis manajemen dalam keterangan resminya.

Sementara itu, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) menyabet juara 3 untuk kategori untuk kategori badan usaha milik negara keuangan non-listed.

Plt. Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Muhammad Wahid Sutopo menuturkan  bahwa penghargaan yang diterima perseroan dalam ARA 2018 merupakan yang pertama kali diperoleh sejak PII didirikan pada 2009.

“Raihan ini merupakan bentuk komitmen PT PII sebagai SMV [special mission vehicle] Kementerian Keuangan atas pelaksanaan prinsip transparansi dan good corporate governance [GCG] dalam mendukung pencapaian misi PII secara berkelanjutan," ujarnya melalui siaran pers.

Adapun PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan anak usahanya PT Bank Syariah Mandiri (BSM) meraih penghargaan tertinggi pada Annual Report Award (ARA) atas laporan keuangan tahun 2018.

Bank Mandiri menjadi juara pertama kategori BUMN Keuangan Listed. Sementara itu, BSM menjadi juara pertama untuk kategori Perusahaan Swasta Keuangan Non Listed.

Penghargaan tersebut diterima masing-masing oleh Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto dan Direktur Finance, Strategy and Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho di Jakarta.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto mengatakan perseroan sangat mengapresiasi penghargaan tersebut sebagai dukungan dari stakeholder kepada perseroan untuk terus mendorong pertumbuhan bisnis secara sehat dan berkelanjutan dengan tetap berada dalam koridor tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

"Penghargaan ini akan memotivasi kami untuk terus memastikan penerapan GCG dalam setiap kegiatan operasional Bank Mandiri Group sehingga kami bisa terus tumbuh dan berkontribusi pada pembangunan Indonesia," katanya melalui siaran pers.

Sementara itu, PT Bank BNI Syariah meraih penghargaan ketiga terbaik pada gelaran ARA 2018 untuk kategori private keuangan non-listed.

Direktur Keuangan & Operasional BNI Syariah Wahyu Avianto mengatakan dengan diraihnya Annual Report Award ini, diharapkan bisa mendukung kinerja perusahaan ke depannya. Penghargaan ini diharapkan bisa turut meningkatkan kualitas tata kelola dan kualitas informasi BNI Syariah pada stakeholders.

“Alhamdullilah BNI Syariah pada Annual Report Award 2018 meraih penghargaan juara 3 kategori private keuangan non listed, hal ini tentunya berkat dukungan dan kepercayaan nasabah dan seluruh stakeholders,” kata Wahyu lewat keterangan tertulis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ojk
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top