Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham TBIG Ditutup Menguat Setelah Stock Split

TBIG menguat ke zona hijau dan ditutup di level Rp1.140 pada akhir perdagangan Kamis (14/11/2019).
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 14 November 2019  |  17:01 WIB
Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Harga saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), emiten operator menara telekomunikasi, berbalik ke zona hijau pada sesi II perdagangan hari ini dan ditutup menguat 4,11% pada hari pertama diperdagangkan dengan harga baru setelah stock split.

Dikutip dari Bloomberg, Kamis (14/11/2019), harga saham TBIG menyentuh Rp1.060 per saham atau turun 3,2% pada sesi I perdagangan. Namun, TBIG menguat ke zona hijau dan ditutup di level Rp1.140.

Anak usaha Grup Saratoga itu melakukan stock split dengan rasio 1:5 setelah mengantongi restu dari Bursa Efek Indonesia dan pemegang saham perseroan.

Berdasarkan data dari Bloomberg, TBIG memiliki price to earning ratio sebesar 36,06, earning per share sebesar Rp31,62 dan return selama setahun sebesar 50,15%.

Dikutip dari keterangan resminya, Direktur Keuangan TBIG, Helmy Yusman Santoso mengatakan hari ini merupakan hari pertama perdagangan saham TBIG setelah melakukan stock split dengan rasio 1:5. Helmy berujar stock split berimbas pada perubahan nominal saham dari Rp100 per saham menjadi Rp20 per saham.

Dengan demikian, jumlah saham beredar Perseroan akan berubah dari 4,53 miliar saham atau tepatnya 4.531.399.889 saham menjadi 22,65 miliar saham atau tepatnya yakni 22.656.999.445 saham.

“Perseroan telah menerima persetujuan dari Bursa Efek Indonesia, dan hari pertama perdagangan saham dengan nilai nominal baru Rp 20 per saham pada 14 November 2019,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham tower bersama infrastructure
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top