Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

MYRX Optimistis Dapat Lunasi Utang

PT Hanson International Tbk. memiliki kewajiban utang sampai Oktober 2020, sebesar Rp2,66 triliun.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 13 November 2019  |  21:50 WIB
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti PT Hanson International Tbk. optimistis proyek pembangunan dan penjualan properti serta pelunasan utang dapat berjalan lancar.

Komisaris Independen Hanson International Tata Venkata mengatakan perseroan akan dapat melakukan pengembangan kawasan, penjualan objek properti, dan pelunasan utang dalam waktu bersamaan kendati arus kas akan ketat setahun ke depan.

“Proyek tidak akan ada yang berhenti atau kesulitan pengembangan, semua akan berjalan dengan lancar. Dana pengembangan bisa kami dapat dari self financing atau pinjaman dari bank,” ungkapnya, Rabu (13/11/2019).

Padahal, pada saat yang bersamaan, perseroan belum pernah menembus marketing sales maupun pendapatan lebih dari Rp2 triliun, untuk bisa menutupi kewajiban utang sampai Oktober tahun depan yang sebesar Rp2,66 triliun. Industri properti diyakini segera melambung dalam waktu dekat sehingga perseroan bisa melunasi utang.

“Tanah yang telah kami akusisi 3 tahun lalu harganya sudah naik lebih dari 100 persen, karena siklusnya memang seperti itu dan infrastruktur pun telah matang. Jadi akan ada peluang untuk membayar utang,” tutur Tata.

Dia menambahkan perseroan memiliki aset sampai Rp12 triliun yang bisa dilikuidasi untuk menutupi kewajiban apabila terdesak. Selain itu, terpilihnya Benny Tjokrosaputro sebagai Direktur Utama diharapkan membuka peluang bagi perseroan untuk mendapatkan suntikan modal dari investor anyar.

Tata mengungkapkan melalui Benny, perseroan tengah berupaya menerbitkan convertible bond mencapai Rp1,1 triliun untuk dapat melunasi separuh utang yang jatuh tempo Desember 2019. Salah satu perusahaan properti terkemuka dalam negeri diklaim sudah menunjukkan ketertarikan untuk membeli, meski identitas perusahaan tersebut belum disebutkan.

“Tidak ada isu kami tidak bisa membayar utang. Kami berkemampuan melakukan konsolidasi dan kini tengah dalam tahap negosiasi,” tegas Tata.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hanson international
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top