IHSG Kembali ke Zona Merah, Saham Emiten Bank Ini Penekannya

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau tergelincir ke zona merah setelah mampu dibuka di zona hijau pada perdagangan pagi ini, Kamis (7/11/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 November 2019  |  09:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau tergelincir ke zona merah setelah mampu dibuka di zona hijau pada perdagangan pagi ini, Kamis (7/11/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG turun 0,11 persen atau 6,93 poin ke level 6.210,62 pada pukul 09.14 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (6/11), IHSG mengakhiri pergerakannya di level 6.217,54 dengan pelemahan 0,74 persen atau 46,61 poin.

Sebelum kembali melemah, indeks sempat rebound ke wilayah positif dengan dibuka naik 0,27 persen atau 17,06 poin di posisi 6.234,6 pada Kamis (7/11). Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 6.208,30 – 6.235,64.

Lima dari sembilan sektor terpantau bergerak negatif, dipimpin barang konsumen (-0,44 persen) dan finansial (-0,31 persen). Empat sektor lainnya bergerak positif, dipimpin properti yang menguat 0,78 persen.

Adapun sebanyak 106 saham menguat, 77 saham melemah, dan 476 saham stagnan dari 659 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing turun 1,20 persen dan 1,08 persen menjadi penekan utama atas pelemahan IHSG pada pukul 09.15 WIB.

Sejalan dengan IHSG, pergerakan indeks Bisnis-27 berbalik melemah 0,40 persen atau 2,21 poin ke level 544,13 pukul 09.15 WIB, meskipun dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,46 persen di posisi 548,84.

Indeks saham lainnya di Asia mayoritas juga bergerak negatif, di antaranya indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang yang masing-masing turun 0,11 persen dan 0,02 persen.

Adapun indeks Kospi Korea Selatan turun 0,10 persen saat indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,38 persen. Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing melemah 0,27 persen dan 0,20 persen.

Menurut tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, pergerakan IHSG diperkirakan akan kembali tertekan pada perdagangan hari ini akibat dominasi sentimen global.

Pasar US mengalami tekanan setelah sempat mengalami all time high pada hari sebelumnya. Investor mayoritas masih berfokus pada kekhawatiran kesepakatan dagang AS-China yang kemungkinan tidak akan menyepakati apapun hingga bulan Desember ini.

“Kami memperkirakan pergerakan IHSG pada hari ini berpotensi kembali tertekan seiring sentimen negatif dari global dan regional,” papar Samuel Sekuritas, dikutip dari riset hariannya.

Selain itu, rilis data 3Q emiten rata-rata tidak sesuai ekspektasi investor sehingga semakin menekan optimisme menjelang akhir tahun. Pasar kini menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia per Oktober 2019.

Senada dengan Samuel Sekuritas, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG akan cenderung bergerak di zona negatif pada perdagangan hari ini.

"Selama IHSG masih belum mampu menguat dan menembus level 6 350, maka kami memperkirakan pergerakan IHSG akan cenderung berada pada zona negatif," tulis tim riset MNC Sekuritas melalui riset harian.

Bersama IHSG, nilai tukar rupiah terpantau melemah 17 poin atau 0,12 persen ke level Rp14.040 per dolar AS pada Kamis pagi (7/11) pukul 09.08 WIB, setelah berakhir terdepresiasi 54 poin atau 0,39 persen di posisi 14.023 pada Rabu (6/11).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top