Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jasa Marga (JSMR) Bukukan EBITDA Rp5 Triliun per Kuartal III/2019

Untuk menjaga profitabilititas dan struktur permodalan, Jasa Marga kembali melakukan inovasi alternatif pendanaan.
Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani menjawab pertanyaan dalam sesi wawancara, di Jakarta, Selasa (6/11/2018)./ANTARA-Akbar Nugroho Gumay
Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani menjawab pertanyaan dalam sesi wawancara, di Jakarta, Selasa (6/11/2018)./ANTARA-Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA—PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mencatatkan laba sebelum bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi (EBITDA) operasional senilai Rp5,00 triliun pada akhir kuartal III/2019.

Nilai tersebut tumbuh sebesar 16,9% secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp4,28 triliun.

Corporate Secretary Jasa Marga M. Agus Setiawan mengatakan kinerja tersebut didapatkan melalui efisiensi pada beban usaha serta peningkatan pendapatan usaha di luar konstruksi yang berdampak positif pada kenaikan margin EBITDA sebesar 62,9% atau lebih tinggi dari kuartal III/2018, yaitu sebesar 60,1%.

Untuk pendapatan usaha di luar konstruksi, emiten dengan kode saham JSMR ini membukukan raihan senilai Rp7,96 triliun atau meningkat 11,6% year-on-year. Pertumbuhan ini ditopang dari kontribusi pendapatan tol senilai Rp7,36 triliun, tumbuh sebesar 10,9% y-o-y.

Dari total pendapatan tol tersebut, kontribusi pendapatan tol di ruas-ruas yang dioperasikan oleh anak usaha perseroan sebesar 17,5%, tumbuh dibandingkan kontribusi pada pendapatan tol kuartal III/2018 yang sebesar 13,8%.

“Kenaikan kontribusi tersebut merupakan dampak positif dari pengoperasian jalan tol baru dan keberhasilan perseroan dalam menyambungkan jaringan Jalan Tol Trans-Jawa pada akhir 2018,” ujarnya Rabu (30/10/2019).

Pembangunan ruas-ruas jalan tol baru telah menyumbang pertumbuhan aset dari sisi hak pengusahaan jalan tol, sehingga total aset perseroan pada kuartal III/ 2019 tercatat senilai Rp94,27 triliun atau tumbuh 14,4% y-o-y.

Untuk menjaga profitabilititas dan struktur permodalan, Jasa Marga kembali melakukan inovasi alternatif pendanaan. Pada Juli 2019, JSMR menerbitkan pendanaan sukuk Ijarah pertama pada bisnis jalan tol untuk salah satu ruas tol milik anak usaha perseroan, yaitu ruas Gempol-Pandaan.

Sebelumnya, pada semester I/2019 perseroan menerbitkan alternatif pendanaan berbasis ekuitas yaitu Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK DINFRA) pada ruas tol yang sama.

Perkembangan EBITDA dan Pendapatan Jasa Marga
PeriodeEBITDA (Rp)Pendapatan (Rp)Margin EBITDA (%)
9M20163,54 triliun10,75 triliun32,09
9M20173,57 triliun23,07 triliun15,47
9M20184,51 triliun27,38 triliun16.,47
9M20195 triliun21,15 triliun23,64

Sumber: Bloomberg, diolah.

Hingga kuartal III/2019, Jasa Marga mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.041 Km dengan penambahan panjang jalan tol baru pada tahun ini sepanjang 41,46 Km. Jalan tol yang beroperasi pada tahun lalu antara lain Medan Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi VII (Sei Rampah-Tebing Tinggi) sepanjang 9,26 kilometer, Pandaan Malang Seksi Pandaan-Singosari sepanjang 30,6 kilometer, serta akses Jalan Tol Gempol-Pandaan sepanjang 1,6 kilometer.

Beberapa proyek jalan tol yang sedang dalam tahap pembangunan dan ditargetkan akan selesai pada tahun ini yaitu Proyek Jalan Tol Pandaan-Malang Seksi Singosari-Malang, Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, dan Proyek Jalan Tol Serpong-Kunciran.

Selain pembangunan jalan tol, JSMR juga berupaya untuk meningkatkan kinerja operasional. Pada layanan transaksi, Jasa Marga menjadi pioneer pembayaran elektronik nir henti Single Lane Free Flow (SLFF) with barrier yang berbasis RFID melalui aplikasi FLO.

Saat ini uji coba terbatas tengah dilakukan oleh Perseroan dengan menyediakan hingga 41 gardu tol SLFF yang tersebar di Jalan Tol Jabodetabek dan Jalan Tol Bali-Mandara.

Keseharian pelayanan operasional ditingkatkan dengan menerapkan teknologi dalam bidang pelayanan, pengendalian serta penertiban lalu lintas.

“Kami menjaga komitmen dalam melakukan percepatan pembangunan jalan tol untuk mendukung rencana pemerintah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah, melalui berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi, baik dalam bidang pendanaan, pengembangan usaha maupun operasional,” jelas Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ana Noviani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper