Efek Jokowi, IHSG Menuju Reli Penguatan Terpanjang Sejak 1995

Indeks Harga Saham Gabungan menembus level 6.300 pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (23/10/2019), menuju reli penguatan terpanjang dalam lebih dari dua dekade.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 24 Oktober 2019  |  12:27 WIB
Efek Jokowi, IHSG Menuju Reli Penguatan Terpanjang Sejak 1995
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan seakan pantang mengendurkan staminanya dan menembus level 6.300 pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (24/10/2019), menuju reli penguatan terpanjang dalam lebih dari dua dekade.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menanjak 0,79 persen atau 49,73 poin ke level 6.307,54 pada akhir sesi I dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (23/10), IHSG berhasil mengakhiri pergerakannya di level 6.257,81 dengan penguatan 0,52 persen atau 32,31 poin, reli penguatan hari perdagangan kesembilan beruntun sejak 11 Oktober.

Indeks mulai melanjutkan penguatannya dengan dibuka naik 0,22 persen atau 13,71 poin di posisi 6.271,51 pada Kamis (24/10) pagi. Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG bergerak di level 6.270,19 – 6.294,65.

Dengan penguatan yang berlanjut untuk perdagangan hari ke-10 berturut-turut pada Kamis (24/10), IHSG siap menorehkan rentetan penguatan terpanjangnya sejak 1995 di tengah optimisme pasar atas periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Nilai tukar rupiah pun menguat 18 poin atau 0,13 persen ke level Rp14.014 per dolar AS pada Kamis (24/10) pukul 11.06 WIB, menuju penguatan hari perdagangan keenam beruntun sejak Kamis (17/10).

Pada perdagangan Rabu (23/10) rupiah ditutup di level Rp14.032 per dolar AS dengan apresiasi sebesar 9 poin atau 0,06 persen. Sepanjang perdagangan Kamis (24/10), rupiah bergerak di level 13.992-14.014.

Dilansir dari Bloomberg, Presiden Jokowi berjanji untuk meningkatkan investasi dan kemudahan berbisnis untuk masa jabatan lima tahun keduanya.

Guna mencapai tujuannya ini, Jokowi telah menunjuk kembali Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan serta membawa sejumlah taipan bisnis dan teknokrat untuk menangani pos-pos kementerian ekonomi.

Selain itu, Jokowi memercayai pesaingnya dalam pemilu 2014 dan 2019, Prabowo Subianto, untuk menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Langkah ini sekaligus memperluas koalisi partai-partai yang mendukung pemerintah menjadi hampir 75 persen kursi di parlemen.

Jajaran menteri baru Kabinet Indonesia Maju yang ditunjuk Jokowi untuk mendampinginya dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, pun dipandang akan membantu memulihkan kepercayaan investor.

“Kami percaya kabinet baru ini layak dan dapat mendukung reformasi lebih lanjut di masa mendatang. Reformasi struktural maupun peraturan yang sulit dapat didorong tanpa banyak kesulitan,” ujar Ferry Wong, analis di Citigroup Inc.

Tujuh dari sembilan sektor menetap di zona hijau pada akhir sesi I perdagangan Kamis (24/10), dipimpin finansial (+1,08 persen) dan barang konsumen (+1,03 persen). Adapun sektor pertanian dan perdagangan masing-masing turun 0,42 persen dan 0,21 persen.

Sebanyak 216 saham menguat, 152 saham melemah, dan 291 saham stagnan dari 659 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing naik 1,67 persen dan 3,40 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG pada akhir sesi I.

Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memproyeksikan cukup besarnya potensi kenaikan lanjutan untuk IHSG.

Data perekonomian yang akan dilansir mengenai BI Rate juga akan memberikan sentimen yang cukup positif terhadap pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang. Fundamental perekonomian dinilai masih cukup kuat sehingga akan menopang pola gerak IHSG.

“IHSG berpotensi menguat dalam rentang 6.123 hingga 6.302,” ujar William dalam riset harian.

Fokus pasar kini tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan akan diumumkan Kamis (24/10) pukul 14.00 WIB. BI diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan 7-DRRR untuk keempat kalinya tahun ini.

Menurut 23 dari 30 ekonomi dalam survei Bloomberg, BI diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan BI 7-DRRR sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 naik tajam 1,24 persen atau 6,76 poin ke level 5453,64 dan indeks saham syariah Jakarta Islamic Index menguat 0,66 persen atau 4,62 poin ke posisi 701,75 pada akhir sesi I.

Indeks saham lainnya di Asia terpantau bergerak vatiatif, di antaranya indeks Hang Seng Hong Kong (+0,41 persen), indeks Kospi Korea Selatan (-0,04 persen), dan indeks Shanghai Composite China (-0,23 persen).

Di Jepang, dua indeks saham utamanya, Nikkei 225 dan Topix masing-masing mampu menguat 0,59 persen dan 0,37 persen pada pukul 12.03 WIB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top