Perang Dagang AS China Masih Jadi Sentimen Kuat pada Pekan Depan

Pembicaraan dagang antara AS dan China masih menjadi perhatian utama pasar keuangan dunia.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 12 Oktober 2019  |  16:54 WIB
Perang Dagang AS China Masih Jadi Sentimen Kuat pada Pekan Depan
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan bilateral kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters/Kevin Lamarque

Bisnis.com, JAKARTA -- Analis memprediksi perang dagang AS-China masih akan mewarnai pasar keuangan pada pekan ketiga pada Oktober 2019. 
 
Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee memperkirakan pasar masih akan dibayangi oleh berita perang dagang pada pekan depan. Pasar keuangan dunia masih tetap perlu berhati-hati akibat seringnya terjadi kegagalan negosiasi dagang antara kedua negara.
 
"Biarpun optimisme cukup tinggi pada akhir pekan ini, tetapi perbedaan kedua negara masih sangat banyak dan besar," tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Sabtu (12/10/2019).
 
Presiden AS Donald Trump diyakini akan berupaya mencari solusi untuk menghindarkan AS dari resesi ekonomi, apalagi menjelang Pemilu 2020.
 
Pasar juga akan diwarnai harapan penuruan suku bunga oleh The Fed. Harapan pasar naik dari 53 persen menjadi 85 persen pada bulan ini. 
 
Rilis angka inflasi konsumen AS per September 2019, yang tidak banyak berubah, memberikan harapan terjadi pemotongan suku bunga.

Trump juga memberikan tekanan pada pejabat Fed untuk menurunkan suku bunga. Hal ini diharapkan mampu mendorong perekonomian AS dan menaikan popularitas pemerintah. 
 
Sementara itu, sentimen dari Eropa menunjukkan prospek kesepakatan Brexit yang tampak suram memberikan tekanan pada pasar keuangan dunia. Reuters memberitakan bahwa Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kepada PM Inggris Boris Johnson bahwa proposal kesepakatan yang diajukan London, "sangat tidak mungkin."
 
Pada Kamis (10/10), pasar sebenarnya sempat diwarnai sentimen positif terkait kesepakatan perang dagang AS-China. Beijing dikabarkan terbuka untuk resolusi tarif terbatas dengan AS. 
 
China juga telah menawarkan untuk meningkatkan pembelian produk pertanian sebesar 50 persen dari petani AS. 
 
Pada Jumat (11/10), pasar kembali diwarnai sentimen positif melalui harapan lahirnya kesepakatan damai perang dagang AS-China. Hal ini menyusul cuitan Presiden Trump yang menyatakan akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri (PM) China Liu. 
 
Pejabat senior AS mengungkapkan Liu dijadwalkan akan makan malam di Washington pada Kamis (10/10) dan meninggalkan AS pada hari berikutnya.

Adapun Liu menyatakan China datang untuk bernegosiasi dengan "ketulusan" dan niat baik untuk bekerja sama dengan AS. 
 
AS dikabarkan mempertimbangkan untuk menunda rencana kenaikan tarif impor pada pekan depan, dengan imbalan pakta mata uang. AS juga akan  memberikan lisensi kepada sejumlah perusahaaan AS untuk menjual komponen non sensitif ke Huawei.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top