Kurs Jisdor Melemah, Tensi Dagang AS-China Bebani Aset Berisiko

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.182 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (9/10/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  10:38 WIB
Kurs Jisdor Melemah, Tensi Dagang AS-China Bebani Aset Berisiko
Uang rupiah. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.182 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (9/10/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.182 per dolar AS, melemah 12 poin atau 0,08 persen dari posisi Rp14.170 pada Selasa (8/10).

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 16 poin atau 0,11 persen ke level Rp14.178 per dolar AS pada pukul 10.01 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (8/10), rupiah berakhir di level 14.162 per dolar AS dengan terapresiasi tipis 0,01 persen atau 1 poin.

Mata uang Garuda mulai tergelincir pada Rabu (9/10) pagi ini, dengan dibuka terdepresiasi 8 poin atau 0,06 persen di level 14.170. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.170-Rp14.185 per dolar AS.

Seiring dengan pergerakan rupiah, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau terkoreksi tipis 0,046 poin atau 0,05 persen ke level 99,087 pada pukul 09.52 WIB.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka di level 99,092, setelah mampu menguat 0,17 persen atau 0,166 poin dan ditutup di posisi 99,133 pada Selasa (8/10).

Dilansir dari Reuters, dolar AS menghapuskan sebagian kenaikan yang mampu dibukukan pada Selasa (8/10) akibat terbebani langkah pembatasan visa oleh pemerintah AS terhadap pejabat pemerintah China.

Langkah tersebut diambil atas dasar tuduhan pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Muslim di China.

Langkah terbaru pemerintah AS, setelah menempatkan sejumlah perusahaan China ke dalam daftar hitamnya karena isu yang sama, ini mengancam akan menggagalkan negosiasi perdagangan yang sudah rumit sekaligus mendorong investor menghindari aset-aset berisiko.

“Ketegangan akan bertahan setidaknya sampai akhir tahun,” ujar analis Westpac Imre Speizer di Auckland. Ia tidak memperkirakan perundingan perdagangan AS-China pekan ini akan menghasilkan terobosan kesepakatan.

"Ini akan menjadi gejolak kabar baik dan kabar buruk yang berulang-ulang untuk sisa tahun ini, tetapi secara keseluruhan sentimennya negatif,” tambah Speizer, seperti dikutip dari Reuters.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

Tanggal

Kurs

9 Oktober

14.182

8 Oktober

14.170

7 Oktober

14.156

4 Oktober

14.135

3 Oktober

14.193

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top