Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lion Diisukan Ingin Raih US$1 Miliar dari IPO, Edward Sirait : Nilainya Cukup Besar

Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait menyatakan perusahaan sedang mempersiapkan rencana IPO tersebut dengan matang. Dana yang ditargetkan cukup besar, tetapi tanpa menyebutkan nilai spesifik.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  13:25 WIB
Presiden Direktur PT Lion Mentari Airlines Edward Sirait saat bertemu wartawan di fasilitas Maintenance Repair Overhaul (MRO) milik Lion Air, di Batam, Kamis (27/6/2019) malam. - Bisnis/Rinaldi M. Azka
Presiden Direktur PT Lion Mentari Airlines Edward Sirait saat bertemu wartawan di fasilitas Maintenance Repair Overhaul (MRO) milik Lion Air, di Batam, Kamis (27/6/2019) malam. - Bisnis/Rinaldi M. Azka

Bisnis.com, JAKARTA -- Lion Air Group mengkonfirmasi adanya rencana penawaran saham ke publik atau initial public offering (IPO) dalam waktu dekat sembari mengamati respons pasar.

Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait menyatakan perusahaan sedang mempersiapkan rencana IPO tersebut dengan matang. Dana yang ditargetkan cukup besar, tetapi tanpa menyebutkan nilai spesifik.

"Kami sedang siap-siap, jumlah [nilai emisi] cukup besar. Namun, masih dianalisa," kata Edward kepada Bisnis.com, Rabu (9/10/2019).

Dia menambahkan aksi korporasi tersebut akan dapat dipastikan setelah mendapat hasil kajian terhadap respons pasar. Berdasarkan informasi yang beredar maskapai milik Rusdi Kirana ini menargetkan dapat menghimpun dana hingga US$1 miliar melalui IPO tersebut.

Isu mengenai rencana mini expose tersebut muncul dari pernyataan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna Setya. PT Lion Mentari Tbk. yang mengoperasikan maskapai Lion Air bakal menjadi emiten.

"Lion nanti dalam minggu depan mini expose. Ke depan juga lumayan, dari 30 [pipeline IPO] tentunya relatif sekuensial untuk mini expose akan cukup banyak," kata Nyoman.

Dia juga tidak menyebut total nilai emisi yang ditargetkan Lion Air dalam aksi korporasi tersebut. Diharapkan calon emiten yang sudah masuk ke dalam pipeline BEI dapat menyampaikan informasi secara lengkap sehingga otoritas bursa bisa memproses prosedur IPO dengan lebih cepat.

Selain itu, bursa juga masih menunggu calon emiten yang ingin menjadi perusahaan tercatat dengan menggunakan buku audit Juni 2019.

Pada Rabu (9/10/2019), jumlah perusahaan tercatat di BEI telah mencapai 40 emiten dengan masuknya PT Trinitan Metals and Minerals Tbk. Apabila ditambah dengan 30 perusahaan lagi yang masih dalam pipeline, maka jumlah perusahaan tercatat mencapai posisi tertingginya sepanjang sejarah yaitu sebanyak 70 emiten. 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia ipo lion air
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top