Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua Sentimen Ini Picu Penguatan Harga CPO

Produksi CPO dari Malaysia dan pergerakan harga minyak mentah menjadi penopang positif bagi harga CPO global pada perdagangan Selasa (8/10/2019).
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  14:09 WIB
Pekerja menyusun tandan buah segar kelapa sawit untuk diolah menjadi Crude Palm Oil (CPO) di Pabrik Kelapa Sawit Adolina milik PTPN IV, di Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Selasa (13/8/2019). - ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Pekerja menyusun tandan buah segar kelapa sawit untuk diolah menjadi Crude Palm Oil (CPO) di Pabrik Kelapa Sawit Adolina milik PTPN IV, di Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Selasa (13/8/2019). - ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) memanas pada Selasa (8/10/2019), karena data dari Malaysia menunjukkan produksi di negara produsen CPO terbesar kedua itu melemah dari perkiraan pasar.

Berdasarkan data Bloomberg, harga  minyak kelapa sawit kontrak pengiriman Desember 2019 di Bursa Derivatif Malaysia naik tipis 0,65 persen atau 14 poin ke posisi 2.174 ringgit per ton per Selasa (8/10) pukul 11.29 WIB, melanjutkan penguatan di sesi pembuka sebesar 0,09 persen atau 2 poin ke posisi 2.162 ringgit per ton.

Namun, dalam sebulan terakhir, harga bahan baku minyak goreng ini masih melemah 3,27 persen.

Pemilik Palm Oil Analytics Sathia Varqa mengatakan produksi sawit September 2019, masih sejalan dengan pertumbuhan rata-rata historis 5 tahun yang sebesar 0,47 persen. Angka ini jauh lebih rendah dari kenaikan 14,38 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, angka resmi akan dirilis oleh Malaysian Palm Oil Board pada 10 Oktober 2019.

“Penurunan produksi di Malaysia sepertinya karena cuaca panas ekstrem di Sarawak, yang menyumbang 21 persen dari total produksi sawit [Malaysia],” sebutnya seperti dilansir Bloomberg, Selasa (8/10).

Malaysian Palm Oil Association memperkirakan produksi CPO tumbuh sekitar 0,6 persen menjadi 1,83 juta ton pada September 2019. Produksi di Malaysia Timur diperkirakan 6,7 persen lebih tinggi dari bulan lalu.

Adapun produksi di wilayah Malaysia Barat diproyeksikan turun 2,7 persen. Angka tersebut di bawah perkiraan survei Bloomberg, yang memproyeksi kenaikan produksi 4,4 persen menjadi 1,90 juta ton.

Sentimen lain yang ikut menguatkan CPO adalah harga minyak mentah berjangka, yang terdorong oleh optimisme AS dan China untuk membuat progres lebih dalam perundingan pada pekan ini. Hal tersebut menutupi sentimen negatif dari kenaikan stok minyak mentah AS.

WTI tercatat menguat 0,89 persen atau 0,47 poin ke posisi US$53,22 per barel, hingga pukul 13.09 WIB. Sementara itu, harga minyak mentah Brent menguat 0,82 persen atau 0,48 poin ke posisi US$58,83 per barel.

Untuk diketahui, harga minyak mentah yang kuat membuat harga minyak kelapa sawit lebih menarik untuk dicampur dalam biodiesel. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga cpo
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top