Kresna Sekuritas Rekomendasikan Hold Saham CPIN dan JPFA

Selain risiko harga jagung, kinerja emiten unggas juga dibayangi oleh kebijakan impor ayam dan perubahan regulasi yang berpihak terhadap peternak independen.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  15:59 WIB
Kresna Sekuritas Rekomendasikan Hold Saham CPIN dan JPFA
Pekerja memberikan pakan ternak. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kresna Sekuritas mempertahankan rekomendasi netral untuk sektor unggas. Pada kuartal IV/2019, kondisi industri diharapkan dapat lebih kondusif.

Dalam risetnya, analis Kresna Sekuritas Timothy Gracianov menilai pemangkasan produksi secara massif pada kuartal III/2019 belum dapat mendongkrak kinerja segmen broiler pada setiap emiten.

“Sekali lagi, industri tidak siap menghadapi siklus penurunan harga broiler karena puasa Suro dari orang Jawa. Meskipun rantai pasokan telah disesuaikan, kami melihat akan susah bagi segmen broiler untuk meningkatkan harga,” katanya dalam riset yang dikutip Rabu (2/10/2019).

Berdasarkan estimasi Kresna Sekuritas, volume produksi yang ideal ialah sekitar 240 juta hingga 250 juta day old chick final stock per bulan hingga akhir tahun apabila industri unggas ingin menjaga harga di kisaran Rp18.000/kg—Rp20.000/kg.

“Kami berpendapat bahwa penyesuaian saat ini hanya akan memenuhi kondisi patokan harga minimum. Kami berharap secara kuartalan akan positif atau setidaknya kuartal paling baik untuk segmen broiler,” sebutnya.

Menurutnya, masih ada harapan sektor ini akan membaik pada kuartal IV/2019 setelah imbas pengafkiran mulai terealisasi dan prospek kenaikan konsumsi ayam dalam negeri.

Meski begitu, harga jagung akan memuncak pada November atau Desember tahun ini apabila tidak ada panen yang lebih awal.

"Kami masih khawatir terhadap dampak mahalnya harga jagung terhadap margin divisi pakan ternak dan broiler yang tertekan," tuturnya.

Selain risiko harga jagung, kinerja emiten unggas juga dibayangi oleh kebijakan impor ayam dan perubahan regulasi yang berpihak terhadap peternak independen.

Timothy merekomendasikan tahan untuk saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) dengan target harga Rp5.300 per saham dan Rp1.700 per saham.

Dia merekomendasikan beli untuk saham PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) dengan target harga Rp1.300 per saham.

Pada penutupan perdagangan kemarin tiga sahm emiten unggas kompak terkoreksi. CPIN terkoreksi 2,34% menjadi Rp5.225, JPFA terkoreksi 2,53% menjadi Rp1.540 dan MAIN terkoreksi 0,56% menjadi Rp910.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rekomendasi saham, unggas

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top