Seluruh Sektor Tertekan, IHSG Melemah Hari Ketiga

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahannya pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Selasa (1/10/2019), di tengah depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  16:47 WIB
Seluruh Sektor Tertekan, IHSG Melemah Hari Ketiga
Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahannya pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Selasa (1/10/2019), di tengah depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup di level 6.138,25 dengan melemah 0,50 persen atau 30,85 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Senin (30/9), IHSG berakhir di level 6.169,1 dengan pelemahan 0,45 persen atau 27,79 poin.

Indeks mulai melanjutkan pelemahannya ketika dibuka turun 0,08 persen atau 5,12 poin di level 6.163,98 pada Selasa pagi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.134,77 – 6.176,61.

Seluruh sembilan sektor berakhir di zona merah, dipimpin infrastruktur (-0,99 persen), tambang (-0,68 persen), dan finansial (-0,55 persen).

Dari 655 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 174 saham menguat, 236 saham melemah, dan 245 saham stagnan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing turun 1,21 persen dan 1,39 persen menjadi penekan utama berlanjutnya pelemahan IHSG.

Menurut tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh kondisi politik-sosial domestik yang kembali memanas akibat aksi demonstrasi dalam sepekan terakhir.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen pada September 2019 mengalami deflasi sebesar 0,27 persen. Posisi ini lebih rendah dari deflasi Agustus 2019 sebesar 0,68%,

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas secara umum menunjukkan adanya penurunan sehingga membuat IHK September mengalami deflasi.

"Dengan deflasi 0,27% ini maka inflasi tahun kalender Januari-September sebesar 2,20% sedangkan inflasi tahunan [yoy] itu adalah 3,39%," katanya saat menggelar jumpa pers Selasa (1/10/2019).

Menurut Suhariyanto, dengan inflasi yoy yang di bawah target, maka inflasi hingga akhir tahun diperkirakan terkendali.

Seiring dengan pelemahan IHSG, aksi jual bersih oleh investor asing pun berlanjut pada perdagangan hari ketiga berturut-turut.

Berdasarkan data BEI, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp607,2 miliar, setelah mencatat net sell sekitar Rp68,91 miliar pada perdagangan Senin (30/9).

Sementara itu, nilai tukar rupiah ditutup melemah 21 poin atau 0,15 persen di level Rp14.216 per dolar AS, depresiasi hari perdagangan ketujuh berturut-turut, di tengah penguatan dolar AS.

Indeks dolar AS, yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau menguat 0,15 persen atau 0,154 poin ke posisi 99,531 pada pukul 15.50 WIB.

Di negara lain di Asia, indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang mampu ditutup menguat 0,59 persen dan 0,96 persen masing-masing. Adapun indeks Kospi Korea Selatan naik 0,45 persen, saat aktivitas perdagangan pasar saham di China dan Hong Kong ditutup karena libur.

Secara keseluruhan, bursa Asia kompak menguat di tengah ekspektasi membaiknya hubungan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro menampik pemberitaan bahwa pemerintah AS sedang mempertimbangkan untuk delisting perusahaan-perusahaan China dari bursa saham AS. Kabar ini disebutnya sebagai "berita palsu".

Menyusul komentar Navarro, saham perusahaan China yang terdaftar di AS yakni Alibaba Group Holding Ltd. dan Baidu Inc. masing-masing menguat 0,8 persen dan 1,5 persen. Investor kini menantikan putaran baru perundingan perdagangan kedua negara yang akan digelar pada Oktober.

“Entah itu berita palsu atau bukan, semakin sulit untuk mengetahui dengan pasti apa yang akan dilakukan pemerintah AS,” ujar Takashi Hiroki, kepala strategi di Monex Securities, dikutip dari Reuters.

“Tidak jelas bagaimana perundingan AS-China akan berlangsung, mengingat ada pandangan keras terhadap China dalam pemerintahan (AS). Tapi jika tidak ada eskalasi lebih lanjut dalam pertemuan mendatang, pasar akan lega,” tambah Hiroki.

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

Penurunan (persen)

BBRI

-1,21

TLKM

-1,39

TCPI

-10,96

BBCA

-0,49

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

Kenaikan (persen)

SMMA

+12,22

FREN

+8,82

EMTK

+6,42

TPIA

+1,22

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top