Waskita Karya (WSKT) Masih Berpeluang Kantongi Rp22 Triliun dari Pembayaran Proyek Turnkey

Pada perdagangan Kamis (26/9/2019), saham Waskita Karya ditutup menguat 6,07% atau 95 basis poin ke level Rp1.660.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 27 September 2019  |  07:24 WIB
Waskita Karya (WSKT) Masih Berpeluang Kantongi Rp22 Triliun dari Pembayaran Proyek Turnkey
Pekerja PT Waskita Karya Tbk menyusun kerangka beton proyek renovasi Masjid Istiqlal, di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten konstruksi pelat merah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. berpotensi mengantongi pencairan pembayaran proyek-proyek turnkey dengan total nilai Rp22 triliun hingga akhir Desember 2019.

Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan menyampaikan bahwa perseroan bakal mengandalkan pembayaran proyek turnkey sebagai sumber pendanaan hingga akhir 2019.

“Kebutuhan pendanaan sampai akhir tahun di-cover dari pencairan termin-termin proyek turnkey Waskita,” ujarnya, Kamis (26/9/2019).

Hingga Desember nanti, Haris menuturkan bahwa perseroan memproyeksikan bisa mendapatkan pencarian pembayaran senilai Rp22 triliun. Sepanjang tahun ini, emiten dengan kode saham WSKT tersebut memperkirakan akan menerima arus kas masuk senilai Rp40 triliun.

Angka tersebut terdiri atas pembayaran proyek turnkey atau pembayaran akan diperoleh perseroan setelah proyek selesai dikerjakan senilai Rp26 triliun yang selesai pada 2019 dan Rp14 triliun dari proyek konvensional dengan skema progress payment.

Hingga kini, WSKT telah menerima pembayaran senilai Rp13,1 triliun yang terdiri dari Rp3,4 triliun proyek turnkey dan Rp9,7 triliun dari proyek konvensional. Perseroan telah menerima pembayaran dari proyek LRT Sumatera Selatan senilai Rp2,3 triliun pada awal September 2019.

Nilai tersebut belum termasuk rencana penerimaan pengembalian dana talangan tanah dari LMAN. Kas masuk ini akan digunakan untuk mendukung aktivitas operasional perusahaan, meningkatkan kapasitas pendanaan, dan menurunkan posisi utang perseroan.

WSKT juga sedang menyelesaikan beberapa proyek strategis nasional (PSN) dengan skema turnkey, seperti Tol Trans Jawa, Tol Trans Sumatra, Transmisi Listrik di Sumatra, dan LRT Sumatra Selatan. Selain itu, perseroan juga melakukan pengembangan bisnis berupa investasi pada 18 ruas jalan tol di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Aktivitas ini membutuhkan pendanaan yang cukup besar.

“Total pinjaman Waskita saat ini digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan, sedangkan posisi gearing ratio per Juni 2019 sebesar 2,68 kali atau masih di bawah ambang batas (covenant) sebesar 3,00x. Kami yakin dapat menjaga rasio ini ke 2,3x pada akhir 2019,” kata Haris.

Dalam perkembangan lain, WSKT dikabarkan menunda emisi obligasi berkelanjutan IV Tahap I/2019 senilai Rp3,5 triliun yang rencananya ditawarkan kepada investor pada 25 September 2019.

Pada perdagangan Kamis (26/9/2019), saham Waskita Karya ditutup menguat 6,07% atau 95 basis poin ke level Rp1.660. Secara year to date harga saham WSKT melemah 1,19%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn, waskita karya

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top