Menteng Heritage Realty (HRME) Genjot Okupansi Sebelum Libur Akhir Tahun

PT Menteng Heritage Realty Tbk. memiliki saham di The Hermitage, Jakarta dan Royal Beach Seminyak Bali.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 24 September 2019  |  15:10 WIB
Menteng Heritage Realty (HRME) Genjot Okupansi Sebelum Libur Akhir Tahun
Direktur Utama PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) Christofer Wibisono (kedua kanan), Direktur Anke Krishna Bachtiar (kedua kiri), Komisaris Utama Herry Wijaya (tengah), Direktur Wesley Wijaya (kanan) disaksikan Direktur PT Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli menekan layar sentuh pada pembukaan perdagangan bursa sekaligus pencatatan perdana saham MRME, di Jakarta, Jumat (12/4/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten perhotelan PT Menteng Heritage Realty Tbk. memproyeksikan kinerja membaik pada paruh kedua tahun ini, setelah ada berbagai kendala dalam bisnis hotel sejak awal 2019. 

Direktur Utama Menteng Heritage Realty Christofer Wibisono mengatakan bisnis perhotelan belum terasa menggeliat pada semester I/2019, dipengaruhi oleh Pemilu 2019 dan kenaikan harga tiket pesawat.

Untuk itu, pihaknya akan memaksimalkan okupansi sebelum libur Natal dan Tahun Baru. Hal ini dilakukan karena setelah 20 Desember, biasanya hotel-hotel di Jakarta akan mengalami penurunan okupansi menyusul banyaknya masyarakat ibu kota yang merayakan libur Natal dan Tahun Baru di luar kota.

“Secara siklus, bisnis hotel lebih bagus pada semester kedua. Bulan-bulan ini sampai November, kami genjot all occupancy,” ujarnya, Selasa (24/9/2019).

Emiten berkode saham HRME ini memiliki hotel bintang 5 yang berada di Jakarta, yaitu The Hermitage yang masuk dalam jaringan Mariott International. Selain itu, perseroan tercatat memiliki 30 persen saham di Royal Beach Seminyak Bali.
 
Pada semester I/2019, perseroan mencatatkan pendapatan senilai Rp50,6 miliar atau naik 17,05 persen secara tahunan dari periode yang sama tahun sebelumnya, yang sebesar Rp43,23 miliar. Christofer menerangkan kenaikan pendapatan tersebut ditopang oleh strategi diversifikasi perseroan dengan mengakuisisi perusahaan pelayaran PT Global Samudra Nusantara.

“Kebetulan bisnis pelayaran sedang baik, sehingga pendapatan kami lebih tinggi Rp7 miliar," sebutnya.

Ke depan, HRME melirik pengembangan bisnis pelayaran di kawasan timur Indonesia. Terlebih, saat ini, tren wisata menggunakan kapal charter sedang berkembang.

Selain itu, perseroan juga melirik ekspansi bisnis hotel di daerah. Christofer mengungkapkan pihaknya sedang menggodok rencana untuk menambah hotel, tapi dia masih enggan bercerita lebih lanjut mengenai rencana ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hotel, kinerja emiten

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top