Laba Menteng Heritage (HRME) Bakal Melesat di 2020, Mengapa?

Emiten sektor perhotelan dan pariwisata yang baru melantai di bursa, PT Menteng Heritage Realty Tbk. memperkirakan raihan laba bersih tahun ini masih minus Rp20 miliar.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 12 April 2019  |  17:19 WIB
Laba Menteng Heritage (HRME) Bakal Melesat di 2020, Mengapa?
Direktur Utama PT Menteng Heritage Realty Tbk (MRME) Christofer Wibisono (kedua kanan), Direktur Anke Krishna Bachtiar (kedua kiri), Komisaris Utama Herry Wijaya (tengah), Direktur Wesley Wijaya (kanan) disaksikan Direktur PT Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli menekan layar sentuh pada pembukaan perdagangan bursa sekaligus pencatatan perdana saham MRME, di Jakarta, Jumat (12/4/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA –  Emiten sektor perhotelan dan pariwisata yang baru melantai di bursa, PT Menteng Heritage Realty Tbk. memperkirakan raihan laba bersih tahun ini masih minus Rp20 miliar.

Dirut Menteng Heritage (HRME) Christofer mengatakan bahwa hal itu disebabkan tingginya beban penyusutan gedung. Namun, lanjut dia, raihan pendapatan masih bisa dicapai lebih dari Rp100 miliar dengan tambahan diversifikasi portofolio proyek melalui akuisisi.

"Akuisisi perusahaan di bidang pelayaran akan meningkatkan kualitas pendapatan kami. Jadi targetnya 2020, laba berbalik positif," jelasnya Jumat (12/4/2019).

Christofer memperkirakan bahwa setelah akuisisi itu, komposisi pendapatan, mayoritas atau 60% masih berasal dari  the hermitage, sebagai aset utama, sisanya masing-masing 20 % dari hotel baru dan peeusahaan pelayaran.

Selain itu, perseroan memperkirakan kebutuhan belanja modal untuk operasional dan renovasi hotel sekitar Rp2 miliar. Adapun untuk kepentingan akuisisi proyek, total senilai Rp94 miliar dengan perincian, Rp 32 miliar di antaranya untuk akuisisi hotel baru, sisanya untuk akuisisi perusahaan pelayaran. Pendanaan sepenuhnya akan berasal dari dana IPO dan belum ada rencana penggalangan dana lain dari internal perusahaan.

HRME resmi mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia Jumat (12/4/2019) dengan melepas lebih dari satu miliar saham atau 20% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh.

Perusahaan mengharapkan bisa memperoleh dana segar hingga Rp 125,13 miliar. Pada perdagangan hari perdana, harga saham HRME sempat melonjak 69,52% ke Rp 178 per saham dari harga IPO sebesar Rp105 per saham.

Christofer mengatakan harga saham yang ditawarkan sebesar Rp105 per lembar saham. Sesuai dengan rencana, dana yang diperoleh dari IPO ini mayoritas atau 51,69% akan digunakan untuk mengakuisisi PT Global Samudra Nusantara. Selanjutnya 27,69% untuk mengakuisisi PT Wijaya Wisesa Bhakti, dan 20,93% untuk akuisis PT Wijaya Wisesa Development, sisanya untuk tambahan modal kerja.

Berdasarkan catatan keuangan per akhir September 2018, perusahaan mengantongi pendapatan bersih Rp46,96 miliar dan total ekuitas sebesar Rp410,6 miliar.

Sebagai informasi, sebelumnya perusahaan ini telah berdiri sejak 2007 dengan nama PT Citra Prestasi Abadi sebelum menggantinya dengan nama yang sekarang.  Proyek ikonik perseroan The Hermitage di Memteng masuk dalam jaringan mariott International dan mulai beroperasi pada 2015 dengan kepemilikan lahan seluas 4.036 meter persegi. Selain itu perseroan tercatat memiliki saham 30% di Royal Beach Seminyak Bali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perhotelan, kinerja emiten, emiten properti

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top