AS-Iran Bergejolak, Harga Minyak Naik Tajam

Harga minyak mentah bangkit ke zona hijau dan naik tajam pada perdagangan pagi ini, Senin (23/9/2019), di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran pascaserangan terhadap Arab Saudi.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 September 2019  |  09:37 WIB
AS-Iran Bergejolak, Harga Minyak Naik Tajam
Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah bangkit ke zona hijau dan naik tajam pada perdagangan pagi ini, Senin (23/9/2019), di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran pascaserangan terhadap Arab Saudi.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November 2019 naik tajam 1,21 persen atau 0,70 poin ke level US$58,979 per barel pada pukul 08.39 WIB.

Adapun harga minyak mentah Brent untuk pengiriman November 2019 menanjak 0,81 poin atau 1,26 persen ke level US$65,09 per barel, setelah ditutup turun 0,19 persen di posisi 64,28 pada Jumat (20/9).

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dikabarkan menolak untuk mengesampingkan terjadinya perang setelah AS mengirimkan lebih banyak pasukan dan persenjataan ke Arab Saudi, aliansi utama AS.

Pada Jumat (20/9), pemerintah AS pun mengenakan sanksi-sanksi terhadap bank sentral Iran sebagai balasan atas serangan udara yang memukul infrastruktur energi Saudi, Aramco, pada 14 September.

Arab Saudi mengatakan Iran menjadi dalang di balik serangan tersebut, yang berdampak pada sekitar 5 persen pasokan global dan menyebabkan lonjakan harga minyak mentah.

CEO Aramco Amin Nasser menegaskan kembali komitmen untuk memulihkan produksi minyak yang terdampak ke level sebelum serangan itu. Namun, ada keraguan mengenai seberapa cepat Saudi akan mampu memulihkan produksi yang hilang.

“Sampai Arab Saudi sepenuhnya memulihkan produksi, harga minyak akan terus didukung oleh kekhawatiran atas peningkatan risiko geopolitik,” ujar Will Yun, seorang analis komoditas di HI Investment Corp.

“Tetap saja, kecil kemungkinan kita akan melihat perang ataupun konfrontasi militer,” tambahnya, dilansir dari Bloomberg.

Perusahaan penyedia riset energi Rystad Energy dan FGE merasa skeptis bahwa Arab Saudi akan dapat memenuhi target produksi pascaserangannya untuk memulihkan pasokan. Wall Street Journal melaporkan bahwa perbaikan instalasi mungkin akan memakan waktu berbulan-bulan.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak November 2019

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

23/9/2019

(Pk. 08.39 WIB)

 

58,79

 

+0,70 poin

20/9/2019

58,09

-0,10 poin

19/9/2019

58,19

+0,15 poin

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak November 2019

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

23/9/2019

(Pk. 08.39 WIB)

 

65,09

 

+0,81 poin

20/9/2019

64,28

-0,12 poin

19/9/2019

64,40

+0,80 poin

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top