Saham Apple Imbangi Microsoft, Wall Street Variatif

Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir variatif pada perdagangan Kamis (19/9/2019), saat penguatan saham Microsoft diimbangi penurunan saham Apple.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 September 2019  |  07:06 WIB
Saham Apple Imbangi Microsoft, Wall Street Variatif
Logo Microsoft - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir variatif pada perdagangan Kamis (19/9/2019), saat penguatan saham Microsoft diimbangi penurunan saham Apple.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup naik hanya kurang dari 1 poin di level 3.006,79, indeks Nasdaq Composite naik tipis 0,07 persen ke level 8.182,88, dan indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 0,19 persen di posisi 27.094,79.

Saham Microsoft naik 1,8 persen setelah meluncurkan rencana pembelian kembali saham senilai US$40 miliar. Kenaikannya namun diimbangi oleh penurunan saham Apple sebesar 0,8 persen. Indeks S&P 500 pun berakhir flat dari posisi perdagangan sebelumnya.

Indeks S&P 500 berada di bawah kurang dari 1 persen di bawah rekor penutupan tertinggi pada Juli karena investor menjadi lebih optimistis tentang dimulainya kembali perundingan perdagangan AS-China.

Pelonggaran baru-baru ini dalam ketegangan perdagangan antara dua negara berekonomi terpanas itu telah membantu tiga indeks utama AS pulih dari pelemahannya sejak Agustus.

“Ada sedikit hal yang lebih konstruktif akhir-akhir ini, tetapi jika ada semacam perjanjian itu akan menjadi sangat kecil, kesepakatan mini, karena AS dan China masih sangat berjauhan terkait sejumlah isu utama,” ujar Ben Phillips, chief investment officer di EventShares.

Sementara itu, indeks kesehatan S&P 500 naik 0,5 persen setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi merilis proposal kebijakan harga obat.

“Meski rencana itu negatif bagi para produsen obat, reaksi saham telah diperhitungkan dalam beberapa tingkat,” tutur Thomas Martin, manajer portofolio senior di GLOBALT Investments.

Ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed, menyusul pemangkasan sebesar 25 basis poin pada Rabu (18/9), juga mendorong sentimen pasar.

Dalam pengumuman suku bunganya, The Fed mengatakan bahwa langkah pemangkasan di masa depan sebagian besar akan bergantung pada data.

Pedagang kini melihat peluang hampir 50 persen untuk penurunan suku bunga 25 basis poin pada bulan Oktober, menurut FedWatch CME Group.

“Pasar terus percaya bahwa The Fed akan akomodatif,” ujar Robert Pavlik, kepala strategi investasi dan manajer portofolio senior di SlateStone Wealth LLC., New York.

Pada Rabu, The Fed menyuntikkan US$75 miliar ke dalam sistem perbankan AS, memulihkan ukuran pesanan setelah suku bunga acuan bank sentral naik di atas kisaran yang ditargetkan untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan.

Pergerakan Bursa Wall Street 19 September

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

27.094,79

-0,19

S&P 500

3.006,79

+0

Nasdaq

8.182,88

+0,07

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top