Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Jisdor Melemah, Rupiah Tunduk Menghadapi Dolar AS

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.063 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (11/9/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 11 September 2019  |  11:01 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.063 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (11/9/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.063 per dolar AS, melemah 32 poin atau 0,22 persen dari posisi Rp14.031 pada Selasa (10/9).

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 13 poin atau 0,09 persen ke level Rp14.066 per dolar AS pada pukul 10.09 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (10/9), rupiah berakhir terdepresiasi 0,13 persen atau 18 poin di level Rp14.053 per dolar AS. Pelemahan mata uang Garuda mulai berlanjut dengan dibuka terdepresiasi 5 poin atau 0,04 persen di level 14.058.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.058-Rp14.067 per dolar AS.

Seiring dengan pelemahan rupiah, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau naik 0,049 poin atau 0,05 persen ke level 98,375 pada pukul 10.01 WIB.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka dengan kenaikan tipis 0,014 poin atau 0,01 persen di level 98,340. Pada perdagangan Selasa (10/9), indeks ditutup naik 0,05 persen atau 0,045 poin di posisi 98,326.

Dilansir dari Reuters, fokus investor untuk saat ini tertuju pada pertemuan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada Kamis (12/9/2019), yang diperkirakan akan mendorong suku bunga lebih jauh ke wilayah negatif.

ECB juga dapat menyesuaikan sikapnya untuk keputusan penetapan suku bunga yang akan datang oleh bank sentral AS Federal Reserve dan Bank of Japan (BOJ) pekan depan, serta untuk daya tarik aset berisiko global.

Saat ini, sentimen positif masih menopang aset berisiko setelah krisis politik yang membuat pasar terpuruk, mulai dari Brexit di Inggris hingga aksi unjuk rasa di Hong Kong, mereda sekaligus menyurutkan daya tarik aset safe haven.

Namun, di sisi lain tampak pula tanda-tanda perlambatan permintaan global, yang telah mengimbangi perkembangan positif baru-baru ini dalam rencana negosiasi perdagangan AS-China.

“Diperkirakan perdagangan hari ini akan berlangsung lengang, dengan sebagian dukungan untuk aset berisiko karena rotasi siklus yang lebih luas berlanjut,” ujar analis Australia and New Zealand Banking Group dalam sebuah catatan.

Sebagian besar sentimen positif untuk aset berisiko dalam beberapa waktu terakhir telah didorong oleh optimisme bahwa pertemuan tingkat tinggi antara tim negosiator AS dan China di Washington bulan depan dapat memberikan semacam pemutus arus perang perdagangan.

Optimisme itu namun sedikit dirusak oleh penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro pada Selasa (10/9), ketika ia mendesak kesabaran soal penyelesaian konflik perdagangan antara kedua negara dan mengatakan agar “membiarkan prosesnya berjalan seperti semula”.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)
TanggalKurs
11 September14.063
10 September14.031
9 September14.092
6 September14.140
5 September14.153

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jisdor
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top