Bakal IPO, Saham Perdana Gaya Abadi Sempurna Dibanderol Rp100-Rp125

Dana yang diincar Gaya Abadi Sempurna dari hasil IPO sekitar Rp50 miliar-Rp62,5 miliar.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 10 September 2019  |  16:47 WIB
Bakal IPO, Saham Perdana Gaya Abadi Sempurna Dibanderol Rp100-Rp125
Director of Operations Gaya Abadi Sempurna Wilson Teoh dalam Due Diligence Meeting & Public Expose Penawaran Umum Perdana Saham PT Gaya Abadi Sempurna. - Bisnis/Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Gaya Abadi Sempurna akan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 500 juta saham atau 25% dari jumlah modal disetor setelah penawaran umum.

Produsen sepeda motor listrik ini telah menunjuk PT Investindo Nusantara Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Direktur Investment Banking PT Investindo Nusantara Sekuritas Anshy Sutisna mengatakan, harga saham yang ditawarkan Gaya Abadi Sempurna kepada publik antara Rp100-Rp125 per saham.

Anshy menjelaskan, kisaran harga penawaran awal sekitar Rp100-Rp125 per saham mencerminkan price earning ratio (PER) pada level 7,5-9,3 kali pada 2019. Menurutnya, harga penawaran awal saham Gaya Abadi Sempurna menarik karena di bawah rata-rata PER industri komponen elektronik sebesar 40 kali dan sektor aneka industri sebesar 16 kali.

"Sehingga ini sangat menarik," katanya pada Due Diligence Meeting dan Public Expose Penawaran Umum Perdana Saham PT Gaya Abadi Sempurna, Selasa (10/9/2019).

Mengacu pada kisaran harga itu, dana yang diincar Gaya Abadi Sempurna dari hasil IPO sekitar Rp50 miliar-Rp62,5 miliar.

Masa penawaran awal saham perdana Gaya Abadi Sempurna dilakukan pada 11-16 September 2019. Adapun, perkiraan tanggal efektif pada 26 September 2019.

Sementara itu, perkiraan masa penawaran umum pada 30 September-1 Oktober 2019. Selanjutnya, perusahaan direncanakan melakukan pencatatan saham pada BEI pada 7 Oktober 2019.

Untuk IPO ini, perseroan menggunakan laporan keuangan per April 2019 sebagai dasar valuasi.

Direktur Keuangan Gaya Abadi Sempurna Wilson Ng menjelaskan, dana hasil IPO yang dihimpun akan digunakan sebagai modal kerja perseroan dan pinjaman kepada anak usaha yang akan digunakan untuk pembelian bahan baku, pembayaran utang usaha jangka pendek, serta kebutuhan operasional.

"Setelah IPO, perseroan juga berkomitmen untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebanyak-banyaknya 25% dari laba bersih tahun yang berjalan, dimulai dari 2020 berdasarkan laba bersih tahun buku 2019," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top