Gema Grahasarana (GEMA) Rintis Ekspansi Pasar Ekspor

Pada semester I/2019, PT Gema Grahasarana Tbk. (GEMA) mengantongi pendapatan senilai Rp500,70 miliar, lebih rendah dari perolehan semester I/2018 sebesar Rp633,83 miliar.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 09 September 2019  |  18:29 WIB
Gema Grahasarana (GEMA) Rintis Ekspansi Pasar Ekspor
Pengunjung berada di salah satu stand pameran International Furniture Expo (IFEX) 2017 di Jakarta, Senin (13/3). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - PT Gema Grahasarana Tbk. optimistis penjualan ekspor dapat memberikan kontribusi hingga 10% terhadap penjualan, seiring dengan strategi memperluas pemasaran di pasar global.

Baru-baru ini, perusahaan furnitur yang dikenal dengan merek Vivere itu, ikut serta dalam pameran Maison et Objet yang berlangsung di Parc des Expositions, Paris, Prancis.

Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana Ferlina Sutandi mengungkapkan, perusahaan tidak memasang target kontrak baru dari keikutsertaan di pameran tersebut. Menurutnya, pameran itu merupakan ajang untuk mengenalkan produk emiten berkode saham GEMA itu ke pasar luar negeri.

Ferlina tidak dapat menyebutkan target maupun kontrak baru yang dikantongi dari keikutsertaan di pameran itu. Menurutnya, perusahaan masih melakukan penjajakan terhadap beberapa konsumen baru.

"Target kami adalah mengenalkan produk perusahaan dan mendapatkan customer baru. Minimal 5 customer yang dapat continue order ke kami," katanya pada Senin (9/9/2019).

Ferlina menyebut, kontribusi penjualan ekspor masih kurang dari 5% terhadap total penjualan perseroan. Adapun, jenis produk yang banyak disukai pasar luar negeri, yakni hiCraft rattan furniture dan wooden furniture.

Gema Grahasarana berharap penjualan ekspor dapat memberikan kontribusi hingga 10% terhadap penjualan pada 2020. Optimisme ini seiring dengan besarnya potensi pasar luar negeri dan strategi perseroan mengembangkan pemasaran.

"Kami menargetkan setidaknya 10% [kontribusi penjualan ekspor] pada tahun depan. Semoga juga situasi ekonomi juga menunjang sehingga target dapat cepat tercapai," imbuhnya.

Pada semester I/2019, perusahaan mengantongi pendapatan senilai Rp500,70 miliar, lebih rendah dari perolehan semester I/2018 sebesar Rp633,83 miliar. Sebesar Rp446,99 miliar atau 89,27% dari pendapatan berasal dari bisnis interior, furnitur, mekanis, dan listrik.

Sebesar 88,15% penjualan masih berasal dari wilayah Jabodetabek, sedangkan 11,85% lainnya berasal dari luar Jabodetabek. Adapun, pasar ekspor berkontribusi kurang dari 5% terhadap penjualan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gema grahasarana, kinerja emiten

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top