Kurs Jisdor Menguat, Rencana Tatap Muka AS-China Topang Spot Rupiah

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.140 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (6/9/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 06 September 2019  |  10:47 WIB
Kurs Jisdor Menguat, Rencana Tatap Muka AS-China Topang Spot Rupiah
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.140 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (6/9/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.140 per dolar AS, menguat 13 poin atau 0,09 persen dari posisi Rp14.153 pada Kamis (6/9).

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat tipis 8 poin atau 0,06 persen ke level Rp14.147 per dolar AS pada pukul 09.57 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (5/9), rupiah mampu berakhir menguat 0,04 persen atau 5 poin di level Rp14.155 per dolar AS. Mata uang Garuda mulai melanjutkan penguatannya dengan dibuka terapresiasi 15 poin atau 0,11 persen di level 14.140.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.135-Rp14.147 per dolar AS.

Dilansir dari Bloomberg, rupiah bergerak menuju penguatan mingguan ketiga berturut-turut didukung rencana reformasi perpajakan oleh pemerintah dan meningkatnya daya tarik untuk aset berimbal hasil tinggi seiring dengan meredanya ketegangan perdagangan.

“Rupiah telah diuntungkan dari daya tarik aset berisiko yang lebih baik seiring dengan rencana berlanjutnya perundingan perdagangan AS-China, sementara China juga akan melakukan pelonggaran moneter lebih lanjut,” terang Chang Wei Liang, ahli strategi makro di DBS Bank, Singapura.

Pada Kamis (5/9), pemerintah China mengumumkan akan mengadakan putaran baru perundingan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) pada awal Oktober di Washington.

Sementara itu, Dewan Negara China mendorong bank sentral untuk melakukan pelonggaran moneter, termasuk pemotongan persyaratan rasio cadangan modal perbankan untuk mendukung perekonomian serta langkah-langkah implementasi yang lebih cepat untuk mengurangi suku bunga pinjaman riil.

Pemerintah juga menyerukan percepatan penerbitan obligasi khusus oleh pemerintah daerah. Obligasi ini sebagian besar digunakan untuk membayar pengeluaran infrastruktur.

“Selain faktor global, rupiah bisa mendapatkan keuntungan dari arus masuk ekuitas dari pemotongan pajak perusahaan yang prospektif,” tambah Chang, seperti dikutip dari Bloomberg.

Seiring dengan penguatan rupiah, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau bergera flat di level 98,414 pada pukul 09.51 WIB.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka di zona hijau dengan kenaikan hanya 0,004 poin di level 98,418. Pada perdagangan Kamis (5/9), indeks ditutup melemah 0,04 persen atau 0,037 poin di posisi 98,414.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

Tanggal

Kurs

6 September

14.140

5 September

14.153

4 September

14.218

3 September

14.217

2 September

14.190

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top