Bakal Stock Split 1:5, Ini Alasan Merdeka Copper Gold (MDKA)

PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) mengatakan rencana stock split dengan rasio 1:5 itu ditempuh untuk meningkatkan jumlah saham perseroan yang beredar.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 03 September 2019  |  15:28 WIB
Bakal Stock Split 1:5, Ini Alasan Merdeka Copper Gold (MDKA)
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Tri Boewono (tengah) berbincang dengan Wakil Presiden Direktur Richard Bruce Ness (kiri), Direktur Independen Chrisanthus Supriyo (kedua kiri), Direktur Michael W.P. Soeryadjaya (kedua kanan) dan Direktur David Thomas Fowler (kanan), usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, di Jakarta, Selasa(18/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA— PT Merdeka Copper Gold Tbk. berencana melaksanakan aksi pemecahan nilai nominal saham atau stock split untuk mendoronng likuiditas serta membuka akses kepada investor ritel.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Selasa (3/9/2019), emiten berkode saham MDKA itu akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 25 September 2019. Dalam agenda itu, Merdeka Copper Gold akan meminta persetujuan untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham.

Saat dimintai konfirmasi, Sekretaris Perusahaan Merdeka Copper Gold Adi Adriansyah Sjoekri mengatakan rencana stock split dengan rasio 1:5 itu ditempuh untuk meningkatkan jumlah saham perseroan yang beredar. Dengan demikian, aksi korporasi itu dapat mendorong likuiditas perdagangan saham MDKA di Bursa Efek Indonesia.

“Selain itu, perseroan juga berharap dengan meningkatnya jumlah saham beredar, perseroan akan membuka akses bagi investor ritel untuk berinvestasi di saham perseroan,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (3/9/2019).

Berdasarkan data pemegang saham Merdeka Copper Gold per 31 Juli 2019, terdapat lima pihak yang mengempit kepemilikan MDKA dengan persentase di atas 5%. Pertama, Garibaldi Thohir sebanyak 391,81 juta saaham atau 8,94%.

Kedua, PT Mitra Daya Mustika sebanyak 589,76 juta saham atau 13,46%. Ketiga, Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi 229,00 juta saham atau 5,22%.

Keempat, PT Suwarna Arta Mandiri 293,29 juta saham atau 6,69%. Kelima, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. 864,37 juta saham atau 19,73%.

Dengan demikian, total kepemilikan saham dengan persentase di atas 5% mencapai 54,07%. Sisanya atau publik dengan persentase di bawah 5% sebanyak 45,92%.

Berdasarkan data Bloomberg, saham MDKA melaju kencang sepanjang periode berjalan 2019. Data sampai dengan, Selasa (3/9/2019) pukul 15.00, MDKA ada di level Rp6.250 per saham. Level harga itu menunjukkan return positif 77,86% secara year-to-date.

Apabila stock split dieksekusi dengan asumsi harga saat ini, saham MDKA akan diperdagangkan dengan level harga sekitar Rp1.250 per saham.

Di sisi ekspansi usaha, perusahaan Grup Saratoga itu mengalokasikan capital expenditure (capex) tahun ini senilai US$160 juta. Merdeka Copper Gold akan menggunakan sebagian besar dana itu untuk mengoptimalkan operasional dan eksplorasi di proyek tambang emas dan perak Tujuh Bukit di Jawa Timur, proyek tambang tembaga di Pulau Wetar, Maluku Barat, dan proyek tambang emas di Pani, Gorontalo.

Adapun, MDKA mengincar produksi tahun ini dapat berkisar 180.000 ounces (oz) hingga 200.000 oz emas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rekomendasi saham, merdeka copper

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top