Pasar Saham Global Pulih, IHSG Rebound di Awal Dagang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound ke zona hijau dan bergerak positif pada awal perdagangan hari ini, Selasa (27/8/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  09:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound ke zona hijau dan bergerak positif pada awal perdagangan hari ini, Selasa (27/8/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG naik 0,17 persen atau 10,43 poin ke level 6.224,94 pada pukul 09.10 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (26/8), IHSG berakhir di zona merah dengan pelemahan 0,66 persen atau 41,09 poin di level 6.214,51. Indeks mulai bangkit ke wilayah positif dengan dibuka menguat 0,48 persen atau 30,06 poin di level 6.244,57 pagi ini.

Lima dari sembilan sektor bergerak positif, dipimpin properti (+0,56 persen) dan industri dasar (+0,52 persen). Empat sektor lainnya bergerak di zona merah, dipimpin pertanian yang turun 0,32 persen.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 1,15 persen dan 0,74 persen menjadi pendorong utama atas kenaikan IHSG.

Dalam risetnya, analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan IHSG bakal berupaya untuk rebound pada perdagangan hari ini, setelah melemah pada perdagangan sebelumnya. 

Memanasnya perang dagang China-AS disinyalir sebagai penyebab merosotnya IHSG pada perdagangan sebelumnya. Selain itu, bursa saham Asia memerah dengan Indeks Nikkei yang turun 2,17%, TOPIX turun 1,61%, HangSeng turun 1,92% dan Shanghai turun 1,44%. 

Hal itu juga menyebabkan asing berhati-hati terhadap aset di negara berkembang.  Kendati demikian, data pertumbuhan ekonomi Jerman dan kelanjutan perang dagang China-AS bakal memengaruhi kinerja IHSG hari ini.

Secara teknis, pergerakan IHSG menunjukkan tren false break bearish dengan stochastic menuju oversold. Lalu, candlestick membentuk bullish counter attack  dan indikator RSI bullish reversal pada indikasi whipsaw di rata-rata momentum 14 hari. 

“Oleh karena itu, IHSG masih berpeluang menguat terbatas,” papar Lanjar Nafi.

Senada, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan berpeluang rebound dengan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini.

Dipaparkan, bursa AS pada perdagangan semalam 26 Agustus 2019 ditutup menguat merespons pernyataan Presiden Donald Trump yang mengungkapkan keinginan China untuk kembali bernegosiasi.

Namun pemimpin redaksi Global Times, Hu Xijin menyangkal ketepatan pesan tersebut. Hu menyebutkan kontak hanya terjadi level teknikal sehingga tidak signifikan seperti yang disebutkan oleh Presiden Trump. Hu juga menyebutkan China tetap pada posisinya dan tidak akan tunduk pada tekanan AS.

Sementara itu dari dalam negeri tengah diramaikan dengan rencana pemindahan ibu kota yang diumumkan kemarin 26 Agustus 2019 oleh Presiden Joko Widodo. Calon ibukota baru berada di Kalimantan Timur tepatnya kabupaten Penajam dan Kutai Kartanegara.

“Mengikuti Wall Street, pagi ini Nikkei dibuka menguat +1,02% dan indeks Korea+0,92%. Kami prediksi IHSG masih akan bergerak flat cenderung menguat,” tulis Samuel Sekuritas melalui riset yang dilansir dari laman resminya.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah rebound dan menguat 8 poin atau 0,06 persen ke level Rp14.235 per dolar AS pukul 09.05 WIB, setelah ditutup melemah 28 poin atau 0,20 persen di posisi 14.243 pada Senin (26/8).

Namun indeks Bisnis-27 kembali bergerak negatif dan turun tipis 0,01 persen atau 0,06 poin ke level 544,09 pukul 09.11 WIB, setelah berakhir melemah 0,68 persen atau 3,71 poin di posisi 544,14 pada perdagangan Senin (26/8).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top