Bukit Asam (PTBA) Bidik Produksi 50 Juta Ton pada 2024

Untuk memaksimalkan pendapatan dan meningkatkan keuntungan, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) akan memacu produksi. Saat ini, cadangan batu bara perseroan diestimasi mencapai 3,3 miliar ton.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  19:39 WIB
Bukit Asam (PTBA) Bidik Produksi 50 Juta Ton pada 2024
Dirut PT Bukit Asam Tbk. Arviyan Arifin (kedua kiri), menjawab pertanyaan didampingi Direktur Joko Pramono (dari kiri), Direktur Orias Petrus Moedak, dan Sekretaris Perusahaan Suherman, saat paparan publik di Jakarta, Kamis (19/10). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA— PT Bukit Asam Tbk. akan menaikkan kapasitas produksi menjadi 50 juta ton pada 2024 untuk memaksimalkan keuntungan perseroan dari cadangan batu bara yang dimiliki.

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Suherman mengatakan akan menaikkan total volume produksi per tahun dua kali lipat pada 2024. Menurutnya, saat ini volume produksi emiten berkode saham PTBA itu sebanyak 25 juta ton per tahun.

“Pada 2024 kami ingin jadi 50 juta ton,” ujarnya di Jakarta, Selasa (27/8).

Suherman menjelaskan bahwa perseroan memiliki cadangan batu bara 3,3 miliar ton. Oleh karena itu, pihaknya ingin memaksimalkan pendapatan dan meningkatkan keuntungan dengan menaikkan tingkat produksi.

Nantinya, lanjut Suherman, peningkatan produksi itu akan digunakan antara lain untuk pemenuhan kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang Sumsel-8, proyek gasifikasi Tanjung Enim, peningkatkan kebutuhan batu bara domestik, serta ekspor terutama ke emerging market.

“Peningkatan produksi tersebut tentunya akan berdampak kepada peningkatan kinerja keuangan perseroan, yang pada akhirnya akan kembali kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya,” paparnya.

Dia mengatakan dana yang dibutuhkan cukup besar untuk mencapai target tingkat produksi 50 juta ton. Kebutuhan itu di antaranya untuk menyiapkan infrastruktur pertambangan, membangun sumber daya manusia, proyek PLTU dan gasifikasi, serta membangunan sistem manajemen yang baik.

Sebagai sumber pendanaan, Suherman menyebut akan berasal dari internal perseroan serta eksternal atau pinjaman. Pendanaan eksternal khususnya diperlukan untuk infrastruktur logistik dan proyek pengembangan.

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) Budi Gunadi mengatakan peningkatan produksi PTBA hingga dua kali lipat terbilang ideal. Langkah itu menurutnya untuk mendukung proyek penghiliran perseroan ke depan.

PTBA menganggarkan investasi Rp6,47 triliun pada 2019. Jumlah itu akan digunakan Rp1,13 triliun untuk investasi rutin dan sisanya Rp5,35 triliun untuk investasi pengembangan.

Adapun, beberapa proyek pengembangan milik PTBA yakni Proyek Gasifikasi atau Penghiliran Tambang Peranap, Proyek Gasifikasi Tambang Tanjung Enim, Pembangkit Listrik (PLTU) Mulut Tambang Sumsel 8, PLTU Feni Halmahera Timur, dan proyek angkutan batu bara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara, bukit asam

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top