Kurs Jisdor Melemah Tipis, Sentimen Perang Dagang AS-China Bebani Rupiah

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.261 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Senin (26/8/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  11:01 WIB
Kurs Jisdor Melemah Tipis, Sentimen Perang Dagang AS-China Bebani Rupiah
Ilustrasi uan tunai rupiah. (Antara)

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.261 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Senin (26/8/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.261 per dolar AS, melemah 12 poin atau 0,08 persen dari posisi Rp14.249 pada Jumat (23/8).

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 42 poin atau 0,30 persen ke level Rp14.257 per dolar AS pada pukul 10.24 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (23/8), rupiah berakhir menguat 0,17 persen atau 24 poin di level Rp14.215 per dolar AS. Mata uang Garuda ini mulai tergelincir dari penguatannya dengan dibuka terdepresiasi 0,21 persen atau 30 poin di level Rp14.245 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.245-Rp14.270 per dolar AS.

Seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau naik tipis 0,064 poin atau 0,07 persen ke level 97,704 pada pukul 10.22 WIB.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka terkoreksi 0,047 poin atau 0,05 persen di level 97,593, setelah pada perdagangan Jumat (23/8) ditutup di zona merah dengan pelamahan 0,54 persen atau 0,530 poin di posisi 97,640.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail memprediksikan pelemahan nilai tukar rupiah bersama dengan indeks dolar AS pada perdagangan hari ini. Indeks dolar diperkirakan bergerak melemah di level 97.0-97.30 terhadap mata uang kuat utama lainya.

Penurunan dolar didorong oleh kembali meningkatnya eskalasi perang dagang antara China-AS setelah Trump dan China saling balas untuk menaikan kembali tarif barang impor masing-masing negara.

China mengancam akan menaikkan tarif sebesar 10 persen terhadap barang impor AS senilai US$75 miliar. Adapun Trump mengancam akan menaikan tarif lebih tinggi terhadap impor barang China di pertemuan G7.

“Rupiah kemungkinan melemah akibat sentimen negatif dari perang dagang tersebut dan pelemahan yuan yang melemah 0,7 persen ke level 7,14 per dolar AS. Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.270-Rp 14.300 per dolar AS,” tulis Ahmad dalam risetnya.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

Tanggal

Kurs

26 Agustus

14.261

23 Agustus

14.249

22 Agustus

14.234

21 Agustus

14.259

20 Agustus

14.262

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top