Optimistis Capai Target, PP Properti (PPRO) Kejar Tambahan Prapenjualan Rp2,75 Triliun

Produk PT PP Properti Tbk. (PPRO) yang dibidik para investor adalah Apartemen Grand Shamaya Tower 3, apartemen Grand Sungkono Towér 5, apartemen Grand Kamala lagoon Tower Kamala Kandara, apartemen Mazhoii Depok Tower MA.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  19:51 WIB
Optimistis Capai Target, PP Properti (PPRO) Kejar Tambahan Prapenjualan Rp2,75 Triliun
Direktur Operasi PT PP Properti Jababeka Residence Awanu Alfan (dari kiri) bersama Dirut PT Grahabuana Cikarang Sutedja Sidarta Darmono, Dirut PT PP Properti Jababeka Residence Harris Amin Singgih, dan Direktur Realti PT PP Properti Tbk Galih Saksono, mengamati maket pengembangan Little Tokyo, di Jakarta, Kamis (19/4/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti, PT PP Properti Tbk. tetap optimistis dapat memenuhi target marketing sales sebesar Rp3,7 triliun pada akhir tahun ini.

Taufik Hidayat, Direktur Utama PP Properti, mengatakan target perseroan sebesar Rp3,7 triliun masih dapat tercapai. Meskipun dia akui sampai dengan akhir Juli 2019, marketing sales perseroan baru mencapai Rp945 miliar. Artinya, sepanjang Agustus-Desember 2019, PP Properti harus mengejar prapenjualan Rp2,75 triliun.

Menurutnya, ada beberapa proyek yang akan segera mencapai kesepakatan pada semester II/2019.

“Komitmen investasi sudah dituangkan dalam bentuk NDA, MOU, bahkan sudah ada yang tahap negosiasi. Para investor tersebut sudah melakukan klariflkasi seiak awal tahun dan sempat menunda eksekusi karena proses Pilpres yang baru saja berakhir,” katanya pada Senin (26/8/2019).

Taufik menarnbahkan saat ini para investor tersebut sedang dalam proses untuk memastikan investasinya bisa terealisasi dalam semester II/ 2019.

Adapun produk yang dibidik para investor adalah Apartemen Grand Shamaya Tower 3, apartemen Grand Sungkono Towér 5, apartemen Grand Kamala lagoon Tower Kamala Kandara, apartemen Mazhoii Depok Tower MA.

Bentuk investasi para investor tersebut adalah membentuk joint venture bersama emiten berkode saham PPRO itu. Realisasi investasi dilakukan dengan menyetor modal untuk membayar uang muka pembelian apartemen.

Berkaca dari perkembangan tersebut PPRO optimistis tahun ini mampu mencetak kineria lebih tinggi dari tahun lalu.

Selain itu, Taufik mengatakan perseroan berpotensi mengantongi pemasukan sebesar Rp1 triliun dari penjualan properti secara ritel. PPRO juga berpeluang menjual tanah secara bulk.

Taufik yakin proyeksi prapenjualan propseri sampai dengan akhir tahun ini mampu mencapai target Rp3,7 triliun. Adapun, pendapatan dan laba perseroan diestimasi masing-masing mencapai Rp2,5 triliun dan Rp476 miliar.

“Di samping kinerja Laba, tahun ini PPRO iuga optimistis semakin membaiknya kinerja arus kas karena adanya program khusus yang bersinergi dengan Bank BTN untuk memberikan bunga KPA sebesar 5%, serta adanya pembayaran uang muka dari transaksi bulk selling," ucapnya.

Di sisi spending, pada tahun ini, PPRO mengendalikan nilai belanja modal demi neraca keuangan yang makin sehat pada akhir 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt pp properti

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top