Wika Beton (WTON) Naikkan Belanja Modal 82 Persen, Ini Alasannya

Mayoritas dari alokasi belanja modal Rp779 miliar akan digunakan PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) untuk penambahan kapasitas.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  15:07 WIB
Wika Beton (WTON) Naikkan Belanja Modal 82 Persen, Ini Alasannya
Pekerja melakukan pengecekan rutin beton di pabrik milik PT Wijaya Karya Beton. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— PT Wijaya Karya Beton Tbk. membuka peluang merevisi naik target kontrak baru 2019 sejalan dengan rencana kenaikkan belanja modal tahun ini.

Emiten berkode saham WTON itu merevisi naik target belanja modal tahun ini menjadi Rp779 miliar. Jumlah itu naik dari rencana capital expenditure (capex) semula Rp428 miliar.

Direktur Keuangan Wijaya Karya Beton Imam Sudiyono mengatakan alasan utama dari revisi naik alokasi capex tahun ini yakni sinergi dengan Grup Wijaya Karya. Menurutnya, perseroan akan lebih banyak memasok beton ke pekerjaan-pekerjaan yang didapatkan oleh induk usaha.

“Wijaya Karya dapat proyek cukup banyak seperti tol Semarang—Demak dan itu butuh pabrik baru yang tadinya kita rencanakan tidak sebesar itu,” ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (21/8/2019).

Sejalan dengan tambahan kontrak yang didapatkan induk usaha, Imam menyebut perseroan akan melakukan penambahan kapasitas produksi. Langkah yang ditempuh dengan menambah kapasitas secara organik.

“Penambahan kapasitas pabrik di Pekanbaru, Kalimantan Timur, dan Boyolali,” jelasnya.

Dia menyebut mayoritas dari alokasi capex Rp779 miliar akan digunakan untuk penambahan kapasitas. Menurutnya, emiten berkode saham WTON itu akan mengucurkan sekitar Rp500 miliar untuk kebutuhan tersebut.

Sebagai sumber pendanaan, lanjut Imam, WTON akan menghimpun dana segar lewat pelepasan saham simpanan atau treasury. Selain itu, perseroan juga memiliki standby loan hingga Rp5 triliun.

“Plafon sekitar Rp5 triliun tetapi baru kita serap sekitar Rp2 triliun,” jelasnya.

Imam mengungkapkan perseroan juga mengkaji rencana penerbitan obligasi berkelanjutan. Oleh karena itu, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mengkaji rencana tersebut.

Sejalan dengan kenaikan belanja modal, WTON juga membuka peluang adanya kenaikan target nilai kontrak baru 2019.

“Kami melihat ada peluang menaikkan target kontrak baru akan dilihat pada awal kuartal III/2019,” imbuh Imam.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Beton Yuherni Sisdwi menuturkan total kontrak dihadapi atau order book perseroan senilai Rp9,33 triliun per Juli 2019. Jumlah itu terdiri atas carry over kontrak Rp5,41 triliun dan nilai kontrak baru Rp3,92 triliun pada Januari 2019—Juli 2019.

“Wijaya Karya Beton pun optimistis mencapai target total kontrak dihadapi pada akhir tahun Rp14,5 triliun," ujarnya kepada Bisnis.com, baru-baru ini.

Dengan capaian tersebut, WTON tercatat baru merealisasikan 43,07% target kontrak baru tahun ini. Pasalnya, perseroan menargetkan nilai kontrak baru Rp9,1 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wika beton, wijaya karya

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top