Jaga Profitabilitas, GEMS Bakal Tekan Biaya Operasi

Emiten berkode saham GEMS itu membukukan pendapatan US$491,64 juta pada semester I/2019. Realisasi itu naik tipis 2,27 persen dari US$480,74 juta periode yang sama tahun lalu.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 19 Agustus 2019  |  21:54 WIB
Jaga Profitabilitas, GEMS Bakal Tekan Biaya Operasi
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Golden Energy Mines Tbk. melakukan efisiensi biaya operasi untuk menjaga profitabilitas setelah laba bersih perseroan tertekan penurunan harga jual pada semester I/2019.

Emiten berkode saham GEMS itu membukukan pendapatan US$491,64 juta pada semester I/2019. Realisasi itu naik tipis 2,27 persen dari US$480,74 juta periode yang sama tahun lalu.

Akan tetapi, beban pokok penjualan perseroan naik lebih tinggi. Tercatat, jumlah yang dikeluarkan perseroan naik 11,73 persen dari US$287,31 juta pada semester I/2018 menjadi US$321,01 juta per 30 Juni 2019.

Beberapa komponen beban pokok penjualan yang naik signifikan yakni jasa penambangan. Komponen itu tercatat naik 5,66 persen secara tahunan menjadi US$130,35 juta pada semester I/2019.

Selanjutnya, ongkos angkut batu bara perseroan juga naik 34,60 persen secara tahunan pada semester I/2019. Nilai yang dirogoh perseroan naik dari US$29,05 juta pada semester I/2018 menjadi US$39,10 juta pada semester I/2019.

Kondisi itu berujung kepada turunnya laba kotor perseroan 11,79 persen secara tahunan pada semester I/2019. Laba kotor yang dibukukan GEMS turun dari US$193,43 juta pada semester I/2018 menjadi US$170,62 juta.

Di sisi lain, pendapatan bunga perseroan turun dari US$4,18 juta pada semester I/2018 menjadi US$2,64 juta per 30 Juni 2019. Sebaliknya, beban bunga perseroan naik dari US$1,86 juta per 30 Juni 208 menjadi US$4,76 juta pada semester I/2019.

Dengan demikian, GEMS membukukan laba bersih US$35,61 juta pada semester I/2019. Pencapaian itu turun 47,49 persen dari US$67,82 juta pada semester I/2018.

Presiden Direktur Golden Energy Mines Bonifasius mengatakan penekan utama laba bersih perseroan pada semester I/2019 yakni penurunan harga jual. Rerata harga jual batu bara sepanjang Januari 2019—Juni 2019 lebih rendah US$6 per ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Kendati demikian, dia menyatakan perseroan belum berencana melakukan penyesuaian target. Artinya, GEMS masih membidik target tahunan yang sama.

Di tengah penurunan laba bersih, Bonifasius mengatakan pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mengerek kinerja keuangan pada semester II/2019.

“GEMS mencoba efisiensi biaya operasi untuk me-manage profitabilitas,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (19/8/2019).

Seperti diketahui, GEMS menargetkan volume produksi sekitar 23 juta ton pada 2019. Dari situ, volume penjualan yang dibidik sekitar 25 juta ton.

Pada 2019, GEMS menargetkan belanja modal atau capital expenditure (capex) US$33,18 juta. Realisasi perseroan US$6 juta per kuartal I/2019.

Untuk menyerap alokasi sisa capex tahun ini, GEMS memiliki rencana proyek pembangunan infrastruktur. Kucuran dana khususnya akan mengalir ke area tambang PT Borneo Indobara.

Secara detail, rencana belanja modal di Borneo Indobara yakni penguatan jalan hauling sepanjang 22 kilometer, peningkatan kapasitas crushing plant, dan peningkatan kapasitas loading conveyor. Adapun, sumber dana dari proyek tersebut berasal dari pinjaman perbankan sekitar 70 persen—80 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
golden energy mines, gems

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top