Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ketegangan Perang Dagang Meningkat, Minyak Mentah Melemah ke Level Terendah Sepekan

Harga minyak mentah melemah ke level terendah dalam sepekan pada perdagangan Kamis (15/8/2019) menyusul kembali meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China serta pembengkakan persediaan minyak mentah AS.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  05:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah melemah ke level terendah dalam sepekan pada perdagangan Kamis (15/8/2019) menyusul kembali meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China serta pembengkakan persediaan minyak mentah AS.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman September ditutup melemah 1,4 persen atau 0,76 poin ke level US$54,47 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak jenis Brent untuk kontrak Oktober ditutu pmelemah 1,25 poin ke level US$58,23 di ICE Futures Europe Exchange. Harga minyak patokan global ini diperdagangkan lebih tinggi US$3,81 untuk WTI kontrak bulan yang sama.

Dilansir Bloomberg, pemerintah China mengatakan tidak punya pilihan selain mengambil tindakan yang diperlukan untuk membalas rencana tarif impor AS terhadap produk dari China.

Sementara itu, persediaan AS meningkat sekitar empat juta barel selama dua pekan terakhir, menghentikan hampir dua bulan penurunan cadangan.

"Perang perdagangan dan indikator lainnya menunjukkan perlambatan ekonomi global," kata Andy Lipow, presiden direktur Lipow Oil Associates LLC, seperti dikutip Bloomberg.

"Hal iniberkontribusi pada sentimen bearish keseluruhan terhadap minyak yang berlanjut hari ini, karena faktor-faktor ini tidak berubah dalam semalam," lanjutnya.

Minyak telah turun sekitar 7 persen bulan ini karena perang perdagangan telah mengaburkan prospek ekonomi global dan produksi minyak mentah AS tetap mendekati rekor tertingginya.

Selain itu, investor juga melarikan diri dari aset berisiko seperti minyak dan mencari aset safe haven seperti obligasi pemerintah AS, emas, dan yen Jepang. Data ekonomi yang lemah dari Jerman dan China serta inversi kurva imbal hasil obligasi Treasury AS juga terus meningkatkan kekhawatiran akan resesi global.

Dengan melemahnya data ekonomi di seluruh dunia, "Saya tidak yakin di mana kapan permintaan akan datang yang akan meyakinkan pasar untuk mengambil langkah penguatan," kata Carolyn Kissane, seorang profesor di Center for Global Affairs New York University.

Sementara itu, cadangan minyak AS naik 1,58 juta barel pekan lalu, berbanding terbalik dengan proyeksi analis yang memperkirakan penurunan. Peningkatan ini menjadi sentimen bearish karena terjadi selama puncak libur musim panas AS, ketika permintaan untuk bahan bakar biasanya melonjak.

 

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak September 2019
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan
15/8/201954,47-0,76 poin
14/8/201955,23-1.87 poin
13/8/201957,10+2,10 poin

 

 

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Oktober 2019
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan
15/8/201958,23-1,15 poin
14/8/201959,38-1,92 poin
13/8/201961,30+2,73 poin

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top