Bursa Asia Menguat, IHSG Sukses Pertahankan Rebound

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,46 persen atau 29,07 poin ke level 6.286,66 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. 
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  16:13 WIB
Bursa Asia Menguat, IHSG Sukses Pertahankan Rebound
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu rebound dan ditutup di zona hijau dan menguat pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (16/8/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,46 persen atau 29,07 poin ke level 6.286,66 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. 

Pada perdagangan Kamis (15/8), IHSG berakhir terkoreksi 0,16 persen atau 9,75 poin di level 6.257,59. Indeks mulai rebound dari pelemahannya dengan dibuka naik 0,11 persen atau 6,79 poin di level 6.264,38 pagi tadi.

Sepanjang hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.235,70-6.292,37.

Empat dari sembilan sektor menetap di zona hijau, dipimpin sektor konsumer yang menguat 2,35 persen dan properti yang naik 1,85 persen.

Di sisi lain, lima sektor melemah dan menahan penguatan IHSG lebih lanjut, dipimpin oleh sektor pertanian yang melemah 1,4 persen dan aneka industri yang turun 0,36 persen.

Sebanyak 185 saham menguat, 164 saham melemah, dan 302 saham stagnan dari 651 saham yang diperdagangkan.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Pollux Properti Indonesia Tbk. (POLL) yang masing-masing naik 5,96 persen dan 24,55 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG hari ini.

Indeks saham lainnya di Asia mayoritas juga mampu berbalik menguat hari ini. Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing ditutup menguat 0,1 persen dan 0,06 persen.

Di China, dua indeks saham utamanya Shanghai Composite dan CSI 300 menguat masing-masing 0,29 persen dan 0,45 persen, sedangkan indeks Hang Seng ditutup menguat 0,94 persen.

Dilansir dari Reuters, setelah mengalami gejolak hampir sepanjang pekan ini, bursa saham Asia memperoleh dukungan dari pemerintah China yang mengisyaratkan lebih banyak dukungan untuk ekonominya. Pada saat yang sama, harapan stimulus agresif dari bank-bank sentral utama meningkat.

Sentimen pasar terangkat ketika perencana negara China mengatakan bahwa Beijing akan menggelontorkan rencana untuk meningkatkan pendapatan yang siap dibelanjakan (disposable income), meskipun tidak menyampaikan detail lebih lanjut.

Bursa Asia merespons kabar positif tersebut dengan menguat kendati masih terhitung turun 1 persen pekan ini.

Tarif tetap menjadi sumber risiko terbesar untuk pasar modal," analis ungkap tim analis J.P. Morgan dalam sebuah catatan, seperti dikutip Reuters.

"Tarif impor AS/China yang ada telah membebani laba perusahaan selama semester pertama 2019 dengan perusahaan pada indeks S&P 500 mencatat pertumbuhan pendapatan yang datar dibandingkan dengan tren satu sebelum penerapan tarif," kata analis JP Morgan.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah di pasar spot juga ditutup rebound dengan penguatan 34 poin atau 0,24 persen ke level Rp14.240 per dolar AS hari ini.

Saham-saham pendorong IHSG:
KodePergerakan (persen)

HMSP

+5,96

POLL

+24,55

SMMA

+15,00

GGRM

+3,62

Saham-saham penekan IHSG:
KodePerubahan (persen)

BBRI

-0,94

BBCA

-0,67

INKP

-7,10

BBNI

-1,25

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top