Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OJK: Kami Harapkan Insan Pasar Modal Proaktif

Mengingat kekhawatiran perlambatan ekonomi global saat ini, para regulator pun sudah melakukan upaya untuk tetap menggairahkan perekonomian.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  16:18 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kanan), disaksikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan paparan dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk 'Investasi Unicorn untuk Siapa?' di Jakarta, Selasa (26/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kanan), disaksikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan paparan dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk 'Investasi Unicorn untuk Siapa?' di Jakarta, Selasa (26/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—Otoritas Jasa Keuangan berharap pasar modal dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya. Insentif pun dijanjikan bakal diberikan supaya pasar modal dapat menggerakkan sektor riil domestik.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, bahwa saat ini pihaknya masih menginginkan yang lebih dari bursa beserta self-regulatory organization lainnya untuk meningkatkan peran di pasar modal Tanah Air.

“Kita masih menginginkan lebih dari bursa dan SRO untuk meningkatkan perannya,” kata Wimboh, baru-baru ini.

Hal itu disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kian tertatih-tatih untuk bangkit. Adapun, pertumbuhan PDB Indonesia telah tertahan di level 5,1% selama 3 tahun terakhir.

Tahun lalu saja, pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 5,17%, yang mana tahun ini dikhawatirkan bakal menjadi lebih rendah.

“Nah, pertumbuhan ini hanya bisa kalau sektor ril itu bangkit,” tutur Wimboh, sambil menambahkan bahwa hal ini juga menjadi tantangan bagi pasar modal.

Mengingat kekhawatiran perlambatan ekonomi global saat ini, lanjutnya, para regulator pun sudah melakukan upaya untuk tetap menggairahkan perekonomian lewat pemangkasan suku bunga.

Kendati masih ada ruang untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut, Wimboh mengatakan bahwa pemerintah juga akan agresif untuk menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk dapat menyerap tenaga kerja, mendorong ekspor, memproduksi barang substitusi impor, dan menyerap tenaga kerja ramah lingkungan.

Dengan demikian, pemerintah pun siap memberikan insentif yang diperlukan kepada pasar modal dengan harapan dapat menggenjot sektor riil.

“Kami harapkan insan pasar modal proaktif bersama OJK, Pemda, dan kementerian lainnya untuk melakukan sinergi. Insentif apa yang bisa sama-sama kita lakukan,” tegas Wimboh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar modal ojk
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top