Austindo Nusantara Jaya (ANJT) Pasang Strategi Defensif pada Semester II/2019

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. harus bersikap defensif pada semester II agar bisa meningkatkan kinerja.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  18:19 WIB
Austindo Nusantara Jaya (ANJT) Pasang Strategi Defensif pada Semester II/2019
Ilustrasi - anj/group.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten perkebunan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. memasang strategi defensif selama paruh kedua 2019 akibat penurunan kinerja selama semester I/2019.

Sebagai informasi, emiten berkode saham ANJT tersebut membukukan penjualan sebesar Rp830,98 miliar pada semester I/2019. Jumlah tersebut turun 16,58 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp996,11 miliar.

Dari sisi keuntungan usaha pun, ANJT mengami koreksi yang sangat dalam karena perseroan berbalik rugi. Dari posisi laba bersih periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,99 miliar berbalik menjadi rugi bersih Rp177,70 miliar.

Lucas Kurniawan, Direktur Keuangan Austindo Nusantara Jaya, menyebutkan bahwa perseroan harus bersikap defensif pada semester II agar bisa meningkatkan kinerja.

“Strategi atau upaya yang akan dilakukan perseroan untuk meningkatkan kinerja pada semester II adalah menunda atau menjadwalkan kembali belanja modal,” katanya kepada Bisnis.com, baru-baru ini.

Menurutnya, perseroan hanya akan menggelontorkan dana untuk penyelesaian pabrik kelapa sawit PKS dan pabrik pengolahahan edamame. Adapun alokasi belanja modal untuk proyek tersebut sebesar US$60 juta. Rencananya pabrik bakal beroperasi pada kuartal III/2019.

“Penyelesaian PKS ada di wilayah Papua Barat oleh unit usaha PT Putera Manunggal Perkasa (PMP) serta fasilitas pemrosesan edamame beku melalui unit usaha PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT) di Jawa Timur,” ungkapnya.

Selain itu, perseroan juga akan melakukan perampingan di sisi operasional. Mulai dari pemeliharaan kebun sampai dengan jasa konsultasi. Dengan begitu diharapkan kinerja perseroan dapat lebih baik pada akhir tahun.

“Kami melakukan efisiensi biaya operasi yang mencakup optimalisasi penggunaan pupuk organik dibandingkan pupuk non-organik, efisiensi dan optimalisasi jasa logistik in-bound dan out-bound, peninjauan kembali jasa konsultasi tidak bersifat utama bagi kegiatan perkebunan,” katanya.

Terakhir, ANJT berupaya untuk melakukan optimalisasi pendapatan dari penjualan produk sampingan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga cpo, pt austindo nusantara jaya

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top