Cadev Meningkat, IHSG Naik Tajam Pada Akhir Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempertahanan reboundnya dan menguat lebih dari 1 persen pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (7/8/2019), pascarilis data cadangan devisa untuk bulan Juli.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  12:49 WIB
Cadev Meningkat, IHSG Naik Tajam Pada Akhir Sesi I
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempertahanan rebound-nya dan menguat lebih dari 1 persen pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (7/8/2019), pascarilis data cadangan devisa untuk bulan Juli.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menanjak 1,42 persen atau 86,95 poin ke level 6.206,42 pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya. 

Pada perdagangan Selasa (6/8), IHSG berakhir melemah 0,91 persen atau 56,23 poin di level 6.119,47, pelemahan hari keempat berturut-turut. Indeks mulai bangkit dari pelemahannya dengan dibuka naik 0,59 persen atau 36,36 poin di level 6.155,83 pagi ini.

Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG bergerak di level 6.153,64 – 6.215,81.

Dalam rilisnya hari ini yang dilansir Bloomberg, Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia per akhir Juli 2019 sebesar US$125,9 miliar. Posisi pada Juli menandakan kenaikan sebesar US$2,1 miliar dari US$123,8 miliar pada Juni 2019.

Cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,3 bulan impor atau 7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar internasional sebesar 3 bulan impor.

“Cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan,” papar Bank Indonesia melalui keterangan dalam situs webnya.   

Seluruh sembilan sektor menetap di zona hijau, dipimpin sektor infrastruktur (+2,25 persen), finansial (+1,72 persen), dan barang konsumsi (+1,50 persen).

Sebanyak 271 saham menguat, 124 saham melemah, dan 257 saham stagnan dari 652 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 2,47 persen dan 2,44 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG siang ini.

Adapun secara sektoral, saham TLKM (+2,42 persen), TCPI (+5,26 persen), TOWR (+3,70 persen), dan ISAT (+6,41 persen) menjadi pendorong utama sektor infrastruktur siang ini.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah menguat tipis 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp14.276 per dolar AS, setelah berakhir terdepresiasi 22 poin atau 0,15 persen di posisi 14.277 pada Selasa (6/8).

Sementara itu, indeks Bisnis-27 menanjak 1,82 persen atau 9,73 poin ke level 545,61 dan indeks saham syariah Jakarta Islamic Index menguat 1,45 persen atau 9,6 poin ke posisi 671,19 pada akhir sesi I.

Indeks saham lainnya di Asia cenderung bergerak variatif siang ini. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,41 persen saat indeks Topix mampu naik tipis 0,04 persen. Adapun indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,4 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite turun tipis 0,01 persen dan CSI 300 naik 0,02 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,44 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top