Seberapa Kencang Emiten Diler Kendaraan Bermotor Melaju pada Semester I/2019?

Emiten yang bergerak di bidang distributor otomotif membukukan kinerja yang variatif pada semester I/2019. Bagaimana optimisme emiten pada paruh kedua tahun ini?
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  12:31 WIB
Seberapa Kencang Emiten Diler Kendaraan Bermotor Melaju pada Semester I/2019?
Pengunjung berjalan di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten yang bergerak di bidang distributor otomotif membukukan kinerja yang variatif pada semester I/2019. Faktor daya beli dan ketatnya persaingan membayangi kinerja emiten diler pada paruh kedua tahun ini.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis.com, 2 emiten diler mencetak pertumbuhan pendapatan, sedangkan pendapatan 2 emiten lainnya turun tipis.

Kinerja positif pada semester I/2019 dicetak oleh PT Bintang Oto Global Tbk. (BOGA). Pendapatan BOGA naik 16,23% secara tahunan dan labanya melesat 211,9% secara year-on-year.

Sementara itu, laba bersih PT Tunas Ridean Tbk. (TURI) tumbuh 10,22% pada semester I/2019. Di sisi lain, laba bersih PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk. (CARS) dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX) masing-masing turun 93,62% dan 41,54% secara tahunan pada 6 bulan pertama 2019.

Turunnya laba MPMX karena pada semester I/2018 laba perseroan terdongkrak oleh aksi divestasi 100% saham bisnis pelumas kepada Esso Petroleum Company Limited dan ExxonMobil UK Limited dengan nilai keseluruhan transaksi mencapai US$436 juta.

Penjualan Emiten Diler Kendaraan (Rp Miliar)
Kode EmitenPenjualan Semester I/2018Penjualan Semester I/2019Pertumbuhan tahunan
TURI6.894,116.782,88-1,61%
CARS3.771,513.683,73-2,32%
MPMX7.494,918.013,196,91%
BOGA301,27350,1716,23%

Sumber: Laporan Keuangan per 30 Juni 2019, diolah.

Sekretaris Perusahaan Tunas Ridean Dewi Yunita mengungkapkan bahwa kinerja perseroan pada semester I/2019 dinilai masih baik karena menguatnya kontribusi dari bisnis otomotif dan laba grup yang meningkat.

Laba konsolidasian pada semester I/2019 dari bisnis otomotif naik 22% menjadi Rp180,5 miliar yang disebabkan oleh meningkatnya marjin dari perdagangan mobil dan kenaikan penjualan unit motor.

Dia menambahkan bahwa kendati pasar mobil nasional turun 13% menjadi 481.577 unit, penjualan mobil TURI pada periode tersebut turun 9% menjadi 23.315 unit.

“Hal ini utamanya berkat peningkatan kontribusi penjualan yang lebih baik dari penjualan fleet kepada Grab,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (5/8/2019).

Sementara itu, penjualan sepeda motor TURI yang terutama berlokasi di Sumatra meningkat 4 menjadi 122.572 unit didukung oleh stok yang lebih memadai.

Dewi mengatakan bahwa pada semester II/2019, perseroan melihat masih adanya tantangan dalam lingkungan bisnis otomotif yang sangat kompetitif.

Meskipun pasar penjualan mobil dalam negeri diproyeksikan masih melemah, perseroan masih optimistis dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik hingga akhir tahun nanti.

“Untuk semester II/2019, kami tetap optimistis dapat memberikan kinerja yang lebih baik,” pungkasnya.

Raihan Laba Bersih Emiten Diler Kendaraan (Rp Miliar)
Kode EmitenPenjualan Semester I/2018Penjualan Semester I/2019Pertumbuhan tahunan
TURI280,04308,6710,22%
CARS162,7995,16-41,54%
MPMX3.918,18249,99-93,62%
BOGA1,263,93211,90%

Sumber: Laporan Keuangan per 30 Juni 2019, diolah.

Di lain pihak, PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk. turut terkena imbas atas melemahnya penjualan industri otomotif dalam negeri. Hal tersebut terlihat dari penurunan laba bersih tahun berjalan perseroan sepanjang semester I/2019.

Sekretaris Perusahaan Bintraco Dharma Lina Ibrahim menjelaskan bahwa penurunan laba bersih tahun berjalan pada periode tersebut disebabkan oleh penurunan marjin laba kotor dan peningkatan beban bunga.

Adapun, penurunan laba kotor perseroan disebabkan oleh kurangnya kombinasi produk campuran dan menurunnya volume pada periode tersebut. Sepanjang semester I/2019, penjualan mobil CARS turun sejalan dengan industri penjualan mobil dalam negeri yakni sebesar 13%.

"Beban bunga disebabkan pinjaman untuk usaha rental serta pembayaran bunga untuk fixed asset yang sudah selesai konstruksinya,” ujarnya kepada Bisnis.com, baru-baru ini.

Dia menjelaskan bahwa perseroan masih optimistis kinerja pada semester II/2019 akan lebih baik dibandingkan dengan periode sebelumnya, karena ditunjang dengan kondisi makro yang dapat mendorong perseroan mengejar penjualan.

Lina menambahkan bahwa hingga saat ini perseroan belum memutuskan untuk melakukan perubahan pada target tahunan. Namun jika diperlukan perseroan akan melakukan penyesuaian dengan mengacu pada kondisi makro dan industri otomotif nasional secara umum.

“Namun kami tetap optimistis semester II/2019 akan lebih baik,” ucap Lina.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top