Trump Wanti-wanti China Soal Kesepakatan Perdagangan, Wall Street Melemah

Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) kompak melemah pada akhir perdagangan Selasa (30/7/2019), setelah peringatan dari Presiden Donald Trump kepada China di tengah negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung menekan saham teknologi.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  07:11 WIB
Trump Wanti-wanti China Soal Kesepakatan Perdagangan, Wall Street Melemah
Bursa Saham AS Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) kompak melemah pada akhir perdagangan Selasa (30/7/2019), setelah peringatan dari Presiden Donald Trump kepada China di tengah negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung menekan saham teknologi.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup turun 0,26 persen di level 3.013,18, indeks Nasdaq Composite melemah 0,24 persen ke level 8.273,61, sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average berakhir melandai 0,09 persen di posisi 27.198,02.

Ketika perundingan perdagangan antara AS dan China terbesar dunia tengah berlanjut di Shanghai pada Selasa, Trump memperingatkan China agar tidak menunggu masa jabatan pertamanya sebagai Presiden AS selesai untuk menyelesaikan kesepakatan.

Trump memperingatkan bahwa jika ia terpilih kembali sebagai Presiden AS pada tahun 2020, China akan menghadapi kesepakatan yang jauh lebih sulit, sebagaimana dilaporkan Bloomberg.

“Saham teknologi lebih lemah hari ini [Selasa], karena Trump mengambil 'kesempatan lain' terhadap China seputar perdagangan,” jelas Joseph Sroka, kepala investasi di NovaPoint, Atlanta.

“Perusahaan-perusahaan teknologi multinasional besar sangat sensitif terhadap masalah perdagangan dan tarif dengan China,” gambarnya.

Sementara itu, pasar kini tengah menantikan keputusan pertemuan kebijakan The Fed yang akan dirilis pada Rabu (31/7/2019) waktu setempat guna memperoleh petunjuk tentang kebijakan moneter bank sentral AS tersebut sampai akhir tahun.

Banyak analis mengatakan kemungkinan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin akan terjadi.

“Pesan yang terkirim kepada pasar adalah bahwa The Fed mendukung ekspansi ekonomi,” lanjut Sroka.

“Bahwa mereka sadar akan masalah perdagangan dan tarif yang menyebabkan perlambatan, dan pemotongan kecil besok [Rabu] memperkuat bahwa suku bunga lebih cenderung turun daripada naik dalam jangka menengah. Pasar melihat ini sebagai sinyal positif.”

Data Departemen Perdagangan AS menunjukkan belanja konsumen dan harga AS naik moderat pada bulan Juni, sehingga mengindikasikan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan mendukung pelonggaran moneter.

Di sisi lain, lebih dari seluruh perusahaan S&P 500 kini telah melaporkan kinerja keuangan kuartal kedua, sekitar 75,9 persen di antaranya telah mengalahkan estimasi bottom line para analis, menurut data Refinitiv.

Saham Apple naik lebih dari 3 persen pasca penutupan perdagangan setelah produsen iPhone ini membukukan hasil kuartalan yang mengalahkan ekspektasi analis dan CEO Tim Cook mengatakan melihat "peningkatan yang nyata di China".

Adapun saham Procter & Gamble Co melonjak 3,8 persen setelah laporan kinerja produsen produk konsumen ini mengalahkan estimasi pendapatan triwulanan. Kenaikan sahamnya membatasi pelemahan pada indeks blue-chip Dow Jones.

Pergerakan Bursa Wall Street 30 Juli

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

27.198,02

-0,09

S&P 500

3.013,18

-0,26

Nasdaq

8.273,61

-0,24

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top