Investor Tunggu Rapat The Fed dan Progres AS-China, Wall Street Variatif

Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir variatif pada perdagangan Senin (29/7/2019), saat investor menantikan pertemuan kebijakan bank sentral AS dan tanda-tanda progres negosiasi AS-China di Shanghai.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  06:37 WIB
Investor Tunggu Rapat The Fed dan Progres AS-China, Wall Street Variatif
Bursa Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir variatif pada perdagangan Senin (29/7/2019), saat investor menantikan pertemuan kebijakan bank sentral AS dan tanda-tanda progres negosiasi AS-China di Shanghai.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup turun 0,16 persen di level 3.020,97 dan indeks Nasdaq Composite melemah 0,44 persen ke level 8.293,33. Namun indeks Dow Jones Industrial Average mampu berakhir naik 0,11 persen di posisi 27.221,35.

Pergerakan S&P 500 dan Nasdaq ditutup lebih rendah akibat terbebani saham Amazon.com dan Facebook, sedangkan performa 3M Co,, Johnson & Johnson, dan Apple mampu menopang indeks blue-chip Dow Jones di zona positif.

Para pelaku pasar saat ini menantikan serangkaian agenda penting yakni rapat kebijakan moneter The Fed (FOMC meeting), perundingan perdagangan AS-China, dan lebih banyak rilis laporan kinerja keuangan perusahaan-perusahaan S&P 500 untuk kuartal kedua.

The Fed diantisipasi akan menurunkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam satu dekade dalam akhir pertemuan kebijakan moneter pada Rabu (31/7/2019) waktu setempat.

“(The Fed) memandang ke depan dan mereka tahu ada peningkatan risiko penurunan seputar jalur perdagangan dan pasokan,” tutur Charlie Ripley, pakar strategi Investasi Senior untuk Allianz Investment Management di Minneapolis.

“Apa yang ingin mereka lakukan adalah mempertahankan ekspansi ekonomi, dan satu cara untuk melakukan itu adalah dengan memangkas suku bunga jika ekonomi melambat lebih dari yang diharapkan.”

Sementara itu, tim negosiator AS-China akan bertemu dengan rekan sejawatnya di China di Shanghai pekan ini untuk mencoba menemukan jalan menuju penyelesaian sengketa perdagangan yang selama ini telah menggoyang pasar kedua negara.

Tujuh dari 11 sektor utama dalam S&P 500 ditutup di zona merah, dengan finansial dan konsumen mengalami penurunan persentase terbesar.

Hampir separuh dari seluruh perusahaan S&P 500 kini telah melaporkan kinerja keuangan kuartal kedua, sekitar 76,1 persen di antaranya telah mengalahkan estimasi bottom line para analis, menurut data Refinitiv.

Saham Lyft Inc ditutup 2,3 persen lebih rendah setelah CNBC mengabarkan bahwa Chief Operating Officer Jon McNeill akan hengkang dari perusahaan.

Saham pesaing Lyft, Uber Technologies Inc. ikut turun 1,4 persen menyusul pemberitaan bahwa perusahaan memberhentikan sekitar seperlima dari tim penjualan dan pemasarannya secara global.

Adapun saham Starbucks Corp tergelincir dari rekornya dan turun 1,1 persen setelah J.P. Morgan menurunkan peringkat saham jaringan restoran kopi ini menjadi "netral".

Pergerakan Bursa Wall Street 29 Juli

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

27.221,35

+0,11

S&P 500

3.020,97

-0,16

Nasdaq

8.293,33

-0,44

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top