Borong Saham TBIG, Ini Alasan Saratoga

Dikutip dari keterbukaan informasi perseroan, Saratoga melakukan pembelian atas 23,8 juta atau 23.821.704 saham pada Jumat (23/7/2019) dengan harga per saham Rp4.000.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  15:35 WIB
Borong Saham TBIG, Ini Alasan Saratoga
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) bersama anak usahanya belum lama ini membeli saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) senilai Rp1,07 triliun. Berikut alasannya.

Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan mengatakan pembelian saham TBIG dilakukan karena perseroan menilai prospek bisnis menara telekomunikasi yang dijalankan TBIG masih cukup menjanjikan. Oleh karena itu, perusahaan memilih TBIG sebagai tujuan investasinya.

“Karena Saratoga confident dengan kemampuan management TBIG untuk mengelola perusahaan dan prospek bisnis tower ke depannya,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Senin (29/7/2019).

Dikutip dari keterbukaan informasi perseroan, Saratoga melakukan pembelian atas 23,8 juta atau 23.821.704 saham pada Jumat (23/7/2019) dengan harga per saham Rp4.000.

Adapun, PT Wahana Anugerah Sejahtera melakukan dua kali transaksi. Pertama, pada Jumat (19/7/2019) dengan jumlah 149,7 juta saham atau 149.747.238 saham. Kedua, pada Jumat (23/7/2019) sebanyak 95,3 juta atau tepatnya 95.286.817 saham. Kedua transaksi tersebut direalisasikan dengan harga per saham Rp4.000.

Saratoga dan anak usahanya membeli saham tersebut untuk alasan investasi. PT Saratoga Investama merupakan perusahaan di bidang asset management yang didirikan Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno.

Sementara itu, PT Wahana Anugerah Sejahtera merupakan anak usaha SRTG yang bergerak di bidang ritel.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan pembelian saham tersebut tak memengaruhi arus dana perseroan. Alasannya, Saratoga dan anak usahanya membeli saham yang beredar di publik. Dia pun menyebut tak ada aksi korporasi yang dikaitkan dengan transaksi tersebut.

“Saratoga dan Wahana membeli saham TBIG dari pemegang saham lainnya. Tidak ada arus dana ke TBIG,” katanya.

Berdasarkan data per 30 Juni 2019, komposisi pemegang saham TBIG terdiri dari PT Provident Capital Indonesia yang memegang porsi 25,52% atau 1,15 miliar saham. Kemudian, PT Wahana Anugerah Sejahtera menguasai 29,43% atau 1,33 miliar saham. Sisanya, sebanyak 45% atau 2 miliar dikuasai pemegang saham lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tower bersama, saratoga investama sedaya, transaksi saham

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top