KINERJA EMITEN: Laba Metrodata Electronics (MTDL) Naik 32,31 Persen pada Semester I/2019

Pertumbuhan kinerja didorong oleh strategi diversifikasi bisnis perusahaan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  12:25 WIB
KINERJA EMITEN: Laba Metrodata Electronics (MTDL) Naik 32,31 Persen pada Semester I/2019
Direktur PT Metrodata Electronics Tbk Agus Honggo Widodo (dari kiri) berbincang dengan Direktur Randy Kartadinata, Presiden Direktur Susanto Djaja, Direktur Sjafril Effendi, dan Direktur Utama PT Soltius Indonesia Ketut S Kamayana, usai RUPST, di Jakarta, Senin (27/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten teknologi informasi dan komunikasi PT Metrodata Electronics Tbk. mencetak kinerja positif sepanjang semester I/2019 yang ditopang oleh strategi diversifikasi bisnis.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2019, yang dipublikasikan pada Selasa (23/7/2019), laba bersih emiten bersandi saham MTDL tersebut tercatat sebesar Rp152,52 miliar naik 32,31 persen dari posisi Rp115,27 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan itu seiring dengan meningkatnya pendapatan bersih sebesar 13,7 persen menjadi Rp6,16 triliun pada periode Januari—Juni 2019, dari posisi Rp5,41 triliun pada paruh pertama tahun lalu.

Presiden Direktur Metrodata Electronics Susanto Djaja menyampaikan strategi diversifikasi segmen bisnis dan produk yang diterapkan sejak beberapa tahun lalu menjadi salah satu penopang positifnya kinerja perseroan sepanjang semester I/2019.

“Metrodata ini diversified bukan hanya produknya tetapi juga segmen bisnisnya. Saat terjadi perubahan segmen bisnis atau preference produk, Metrodata tetap bertumbuh karena risikonya juga ter-spread, itulah yang membedakan kami dari pesaing lain,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Selasa (23/7).

Adapun kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan penjualan perseroan selama paruh pertama tahun ini masih berasal dari unit bisnis distribusi. Namun, unit bisnis solusi juga diklaim memperlihatkan pertumbuhan penjualan yang paling tinggi.

Susanto memaparkan meningkatnya kesadaran perlunya transformasi digital ke arah revolusi industri 4.0 juga menjadi pondasi pertumbuhan perseroan. Pasalnya, korporasi semakin sadar untuk melakukan transformasi digital yang menambah permintaan terhadap produk perseroan.

Lebih lanjut, unit bisnis distribusi MTDL yang dikelola entitas anak PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI)—yang memiliki dua segmen utama yaitu consumer (penjualan kepada diler) dan commercial (penjualan ke korporasi melalui Perusahaan Solusi TIK)—mengalami perlambatan penjualan ke segmen consumer saat menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Direktur Metrodata Randy Kartadinata menerangkan perlambatan tersebut terjadi pada April 2019, karena banyak diler mengurangi pasokan sembari menanti pengumuman Pilpres 2019.

“Namun, hal ini dikompensasi dengan kenaikan penjualan ke segmen commercial yang lebih baik karena kesadaran akan transformasi digital sebagai hasil dari strategi diversifikasi segmen,” ujarnya.

Pada Juni 2019, permintaan dari diler diklaim kembali tumbuh setelah kepastian politik muncul dan penjualan segmen consumer perseroan kembali meningkat.

Selanjutnya, unit bisnis solusi di bawah entitas anak PT Mitra Integrasi Informatika (MII) mencetak peningkatan pendapatan yang signifikan sebesar 34,9 persen menjadi Rp1,46 triliun pada semester I/2019, dibandingkan Rp1,08 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal itu ditopang oleh strategi diversifikasi segmen pelanggan yang mengarah ke segmen perusahaan skala kecil dan menengah yang membutuhkan solusi digital.

“Meskipun demikian, kontribusi pelanggan segmen korporasi dari berbagai sektor seperti layanan keuangan, e-commerce, tambang, dan manufaktur menjadi bagian terbesar pertumbuhan pendapatan unit bisnis solusi,” terang Randy.

Sebagai penyedia solusi digital, unit bisnis solusi ini mengembangkan kompetensi dan kapabilitasnya dengan menyediakan solusi spesifik yang memudahkan terhubungnya core system suatu bank dengan para merchant, solusi industri pendidikan, yang membantu universitas mengintegrasikan seluruh proses administrasi pembelajaran serta solusi-solusi lain seperti Robotic Process Automation (RPA). 

Teknologi RPA disebut membantu mempercepat proses bisnis yang berulang dan masih manual. Dengan menggunakan teknologi ini maka banyak pekerjaan manual dan berulang dapat diotomasi dan dijalankan oleh virtual robot.

Selain itu, pada Juli 2019, MTDL melalui SMI ditunjuk menjadi authorized distributor Supermicro--perusahaan penyedia teknologi inovator yang mengedepankan performa tinggi serta server berteknologi efisiensi tinggi. Supermicro juga merupakan produk komputasi hijau yang mendukung pembangunan smart city

Pada periode yang sama, SMI ditunjuk oleh Sennheiser menjadi distributor Sennheiser Enterprise Solution kategori audio visual untuk penggunaan di perkantoran serta pribadi.

Penunjukkan tersebut menambah rangkaian lebih dari 90 merek yang ditawarkan melalui saluran distribusi Grup Metrodata, yang juga merambah jenis perlengkapan rumah seperti juicer, blender, vacuum cleaner, personal care, serta smart consumer tools (bor listrik) melalui saluran yang lebih modern.

Lebih lanjut, dia menyatakan kinerja keuangan Metrodata pada semester I/2019 masih sesuai dengan target perusahaan. Tahun ini, MTDL membidik pertumbuhan penjualan dan laba bersih masing-masing 12 persen dan 12,5 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
metrodata

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top