Anak Usaha Jasa Marga (JSMR) Terbitkan Sukuk Ijarah Rp785 miliar, Ini Tujuannya

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, Jasa perseroan menerbitkan Sukuk Ijarah Jangka Menengah PT Jasamarga Pandaan Tol Tahun 2019 Seri A dan B senilai total Rp785 miliar.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 19 Juli 2019  |  08:13 WIB
Anak Usaha Jasa Marga (JSMR) Terbitkan Sukuk Ijarah Rp785 miliar, Ini Tujuannya
Direktur Utama Jasa Marga Pandaan-Malang Agus Purnomo (kanan) dan Corporate Secretary Jasa Marga Agus Setiawan (kiri) saat melakukan Site Visit Proyek Tol Pandaan-Malang yang memiliki panjang 38,34 km, Kamis (4/10). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, JAKARTA — PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melanjutkan strategi debt recycling dengan melakukan emisi sukuk ijarah jangka menengah di level anak usaha, PT Jasamarga Pandaan Tol, senilai Rp785 miliar.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, Jasa perseroan menerbitkan Sukuk Ijarah Jangka Menengah PT Jasamarga Pandaan Tol Tahun 2019 Seri A dan B.

Secara detail, Seri A memiliki cicilan imbalan ijarah 8,50% per tahun dengan tenor 3 tahun. Selanjutnya, Seri B memiliki cicilan imbalan ijarah 9,00% per tahun dengan tenor 5 tahun.

Adapun, distribusi secara elektronik untuk dua seri itu dijadwalkan pada 17 Juli 2019. Tanggal pembayaran cicilan imbalan ijarah pertama pada 17 Oktober 2019.

Dalam emisi itu, PT Bank Mega Tbk. bertindak sebagai agen pemantau. Sementara itu, PT Mandiri Sekuritas dan PT Bahana Sekuritas menjadi arranger atau pengatur penerbitan.

Seperti diketahui, Jasamarga Pandaan Tol merupakan pengelola ruas tol Gempol—Pandaan. Panjang jalan tersebut mencapai 13,61 kilometer.

Berdasarkan pemberitaan Bisnis.com sebelumnya, saat ini komposisi pemegang saham Jasarmarga Pandaan tol yakni Jasa Marga 40%, PT PT Jalan Tol Kabupaten Pasuruan (JTKP) 6,19%, dan PT Trans Optima Luhur (TOL) 53,81%.

Eka Setya Adrianto, Corporate Finance Group Head Jasa Marga menuturkan emisi itu merupakan bagian dari upaya perseroan dalam melanjutkan upaya debt recycling dari pinjaman bank ke pasar modal. Selain itu, penerbitan sukuk menurutnya membuka pasar baru yaitu syariah untuk berinvestasi di jalan tol.

Dia menjelaskan bahwa dampak dari emisi itu yakni investor yang terlibat semakin banyak. Dengan demikian, Jasa Marga lebih fleksibel dalm melakukan pendanaan.

“Imbal hasil tetap dan kebetulan lebih rendah. Pembayaran pokok juga telah disesuaikan dengan cash flow di anak,” ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (19/7/2019).

Pada April 2019, Jasa Marga bersama PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) meluncurkan DINFRA Toll Road Mandiri-001. Instrumen itu merupakan wadah berbentuk kontrak investasi kolektif yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyrakat pemodal untuk selanjutnya sebagian besar diinvestasikan pada aset infrastruktur dalam bentuk ekuitas oleh manajer investasi.

Selanjutnya, dana yang dihimpun dari Dinfra digunakan untuk berinvestasi di ruas tol Gempol—Pandaan. Investasi yang dilakukan oleh manajer investasi menggunakan dua skema.

Pertama, melalui rights issue yang dilakukan oleh Jasamarga Pandaan Tol sekitar 19% saham. Dari situ, dana yang masuk ke ekuitas perseroan senilai Rp300 miliar.

Selanjutnya, pembelian saham sekitar 33% saham Jasa Marga di JPT senilai Rp480 miliar.

Jasa Marga telah melakukan penjualan saham perseroan sebanyak 33,11% dari modal ditempatkan di JPT kepada Trans Optima Luhur. Perseroan menjual sekitar 208,64 juta lembar dari saham ditempatkan di JPT sehingga TOL kini memegang kepemilikan di JPT.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jasa marga, kinerja emiten

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top