Obligasi PPRO Kelebihan Permintaan 4,57 Kali

Penawaran Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap III Tahun 2019 yang dilakukan oleh PT PP Properti Tbk. mengalami oversubscribed 4,57 kali dari target dana sebesar Rp534,5 miliar.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  11:40 WIB
Obligasi PPRO Kelebihan Permintaan 4,57 Kali
Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat (kiri), bersama Direktur Indaryanto memaparkan kinerja perseroan, di Jakarta, Selasa (25/7). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Penawaran Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap III Tahun 2019 yang dilakukan oleh PT PP Properti Tbk. mengalami oversubscribed 4,57 kali dari target dana sebesar Rp534,5 miliar.

Direktur Keuangan PT PP Properti Tbk. Indrayanto optimistis dengan tingkat kupon yang telah ditawarkan sejak 15 Juli. Menurutnya, pasar meminati obligasi yang ditawarkan oleh emiten properti tersebut.

“Tingkat bunga [yang kami tawarkan] cukup kompetitif dan diminati pasar sehingga kami oversubscribed 4,57 kali,” katanya kepada Bisnis.com, Selasa (16/7/2019).

Anak usaha BUMN, PT PP Properti Tbk. menawarkan Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap III Tahun 2019 dengan jumlah pokok sebesar sebesar Rp534,5 miliar. Obligasi tersebut berjangka waktu 3 tahun dengan tingkat bunga 11% per tahun.

Obligasi itu merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I PP Properti dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp2 triliun.

Sebelumnya, emiten berkode saham PPRO itu telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap I Tahun 2018 senilai Rp665 miliar dan Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap II Tahun 2019 senilai Rp800 miliar. Dengan demikian, PUB yang telah diterbitkan PPRO mencapai Rp1,46 triliun.

Adapun penjamin pelaksana emisi obligasi yakni PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk., PT Ciptadana Sekuritas Asia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Lebih lanjut, Indrayanto menyebut ada kemungkinan penerbitan obligasi tahap ketiga akan melebihi target yang telah ditetapkan perseroan. Namun, PPRO hanya bisa menerbitkan sebesar Rp535,5 miliar. Pasalnya, itu adalah sisa dana yang perlu didapatkan perseroan dari total sebesar Rp2 triliun.

Indrayanto mengatakan penggunaan dana akan difokuskan untuk membayar utang perusahaan. “Pembayaran (utang) kami tidak sekaligus tapi berupa cicilan bulanan atau tiga bulanan dan pembayaran terakhir tahun 2020 dan 2021. Cicilan pun untuk pembayaran utang pokok,” katanya.

Menurutnya perseroan masih dalam keadaan sehat untuk menerbitan obligasi ketiga dengan debt to equity ratio (DER) sebesar 1,12 kali.

Sementara itu, menilik dari hasil laporan keuangan perseroan, pendapatan PPRO pada kuartal I/2019 terkoreksi sedalam 33% secara tahunan menjadi Rp428,79 miliar. Begitu pun dengan laba rugi yang menyusut dari Rp103,29 miliar pada kuartal I/2018 menjadi Rp58,3 miliar pada akhir Maret 2019.

Adapun total aset PPRO pada akhir kuartal I/2019 tercatat Rp17,12 triliun, total liabilitas Rp11,25 triliun dan total ekuitas Rp5,87 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, pt pp properti

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top