PP Properti (PPRO) Tawarkan Obligasi dengan Kupon 11%

PT PP Properti Tbk. menawarkan Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap III Tahun 2019 dengan jumlah pokok sebesar sebesar Rp534,5 miliar. Obligasi tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I PP Properti dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp2 triliun.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  16:59 WIB
PP Properti (PPRO) Tawarkan Obligasi dengan Kupon 11%
Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat (kedua kanan) menjawab pertanyaan wartawan, usai rapat umum pemegang saham tahunan perseroan, di Jakarta, Rabu (10/4/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Anak usaha BUMN, PT PP Properti Tbk. menawarkan Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap III Tahun 2019 dengan jumlah pokok sebesar sebesar Rp534,5 miliar.

Obligasi tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I PP Properti dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp2 triliun.

Sebelumnya, emiten berkode saham PPRO itu telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap I Tahun 2018 senilai Rp665 miliar dan Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap II Tahun 2019 senilai Rp800 miliar. Dengan demikian, PUB yang telah diterbitkan PPRO mencapai Rp1,46 triliun.

Obligasi diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dan dijamin secara kesanggupan penuh. Obligasi tersebut berjangka waktu 3 tahun dengan tingkat bunga 11% per tahun.

Pada tahapan ketiga ini, PPRO berencana mengalokasikan 56,27% dana yang terhimpun untuk pembayaran sebagian atau seluruh pokok utang perseroan (refinancing). Beberapa di antaranya adalah pinjaman kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) sebesar Rp206,1 miliar dengan jatuh tempo 2021, pinjaman kepada PT Bank ICBC Indonesia Rp254,5 miliar dengan jatuh tempo kepada 2021, dan pinjaman kepada PT Bank KEB Hana Indonesia Rp200 miliar dengan jatuh tempo 2020.

Sementara itu, sekitar 43,73% akan digunakan oleh perseroan untuk pembangunan proyek dan modal kerja. Secara terperinci, 21% akan digunakan untuk pembangunan proyek perseroan dalam bentuk pengembangan usaha di bidang properti di pulau Jawa dan Lombok.

Proyek yang akan dibangun dan dikembangkan adalah commercial area dan hotel, yaitu Mall Lagoon Sungkono dan Prime Park Hotel Lombok untuk meningkatkan recurring income perseroan. Lalu sekitar 22,73% akan digunakan untuk modal kerja Perseroan sepenuhnya, antara lain konstruksi dan perizinan proyek realty.

Adapun, PPRO menargetkan penjualan pada 2019 senilai Rp4,17 triliun atau naik 20% dari capaian 2018 senilai Rp3,48 triliun. Pada 2018, pertumbuhan marketing sales PPRO sebesar 13% dari posisi Rp3,01 triliun pada 2017. Selain meningkatkan marketing sales hingga 20% pada 2019, PPRO mengincar kenaikan pendapatan sekitar 17% dan laba bersih 18%, masing-masing menjadi Rp2,93 triliun dan Rp556,07 miliar.

Berikut ini jadwal Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap III Tahun 2019

Tanggal Efektif : 28 Juni 2018

Perkiraan Masa Penawaran Umum : 15-16 Juli 2019

Perkiraan Tanggal Penjatahan : 17 Juli 2019

Tanggal Pengembalian Dana (Refund) : 19 Juli 2019

Perkiraan Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 19 Juli 2019

Perkiraan Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 22 Juli 2019

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, pt pp properti

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top