5 Berita Populer Market, CPO Diprediksi dalam Tekanan Hingga 2020 dan Unitras Pertama Borong Saham SRTG Senilai Rp87,68 miliar

Kabar minyak kelapa sawit yang masih akan berada dalam tekanan hingga satu tahun ke depan jadi berita terpopuler kanal Market hari ini, Selasa (16/7/2019).
Oliv Grenisia
Oliv Grenisia - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  18:27 WIB

1. CPO Diprediksi dalam Tekanan Hingga Tahun Depan

Sepanjang tahun berjalan, telah banyak analis yang muncul dengan memegang proyeksi bearish pada komoditas minyak kelapa sawit.

Kali ini, analis dari Rabo Bank menambah daftar panjang proyeksi tersebut dengan mengatakan minyak kelapa sawit masih akan berada dalam tekanan hingga satu tahun ke depan. Baca selengkapnya di sini

2. Unitras Pertama Borong 22,6 Juta Saham Saratoga (SRTG)

PT Unitras Pertama memborong 22,6 juta saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) untuk investasi.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (16/7/2019), Direktur Unitras Pertama Donna Hendharto melaporkan pihaknya melakukan transaksi beli saham Saratoga pada periode 5 Juli hingga 15 Juli 2019. Baca selengkapnya di sini

3. PP Properti (PPRO) Tawarkan Obligasi dengan Kupon 11%

Anak usaha BUMN, PT PP Properti Tbk. menawarkan Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap III Tahun 2019 dengan jumlah pokok sebesar sebesar Rp534,5 miliar.

Obligasi tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I PP Properti dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp2 triliun. Baca selengkapnya di sini

4. MNC Vision Networks (IPTV) Akuisisi 60% Saham K-Vision

PT MNC Vision Networks Tbk. mengakuisisi 60% saham K-Vision, perusahaan penyedia layanan televisi berbayar.

Dalam keterangan resminya yang dikutip Selasa (16/7/2019), emiten berkode IPTV itu ingin menjngkatkan pelayanan saluran televisi berbayar sehingga bisa menguasai segmen pasar menengah ke bawah. Baca selengkapnya di sini

5. Rights Issue Lippo Tarik Rp11,2 Triliun Masuk Indonesia

Perusahaan properti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengantongi tambahan modal baru sebesar Rp 11,2 triliun yang diperoleh melalui skema penerbitan saham baru atau rights issue.

CEO LPKR John Riady menyebut mayoritas tambahan modal yang berasal dari investor luar negeri itu menunjukkan kepercayaan global akan potensi perekonomian nasional. Baca selengkapnya di sini

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga cpo

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top