Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Unitras Pertama Borong 22,6 Juta Saham Saratoga (SRTG)

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, PT Unitras Pertama melaporkan pihaknya melakukan transaksi beli saham Saratoga pada periode 5 Juli hingga 15 Juli 2019.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  17:07 WIB
Unitras Pertama Borong 22,6 Juta Saham Saratoga (SRTG)
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Unitras Pertama memborong 22,6 juta saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) untuk investasi.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (16/7/2019), Direktur Unitras Pertama Donna Hendharto melaporkan pihaknya melakukan transaksi beli saham Saratoga pada periode 5 Juli hingga 15 Juli 2019.

Perinciannya, Unitras Pertama membeli 5 juta saham SRTG pada 5 Juli 2019, 5 juta saham pada 8 Juli 2019, 5 juta saham pada 11 Juli 2019, dan 7,6 juta saham pada 15 Juli 2019.

Dengan demikian, total saham SRTG yang diborong oleh Unitras Pertama mencapai 22,6 juta saham. Adapun, harga pembelian saham SRTG itu dilaporkan sebesar Rp3.880 per saham.

Apabila dikalkulasi, total dana yang dikucurkan Unitras Pertama untuk membeli 22,6 juta saham SRTG mencapai Rp87,68 miliar.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Unitras Pertama dalam Saratoga meningkat dari 859,5 juta saham (31,68%) menjadi 882,1 juta saham (32,51%).

Di pasar modal, saham SRTG ditutup turun 30 poin atau -0,85% ke level Rp3.520 pada akhir perdagangan Selasa (16/7/2019). SRTG terkoreksi 7,37% sepanjang tahun berjalan 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saratoga investama sedaya transaksi saham
Editor : Ana Noviani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top