Bitcoin Lampaui US$11.000, Pertama Kali Sejak Maret 2018

Bitcoin diperdagangkan di atas level US$11.000 untuk pertama kalinya dalam 15 bulan terakhir, memulihkan lebih dari setengah kenaikan menarik perhatian investor sebelum bubble cryptocurrency pecah tahun lalu.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  12:00 WIB
Bitcoin Lampaui US$11.000, Pertama Kali Sejak Maret 2018
Ilustrasi Bitcoin diletakkan di atas lembaran uang dolar AS. - REUTERS/Dado Ruvic

Bisnis.com, JAKARTA – Bitcoin diperdagangkan di atas level US$11.000 untuk pertama kalinya dalam 15 bulan terakhir, memulihkan lebih dari setengah kenaikan menarik perhatian investor sebelum bubble cryptocurrency pecah tahun lalu.

"Bangkitnya kembali Bitcoin cukup luar biasa. "Uang tidak meninggalkan aset, hanya duduk menunggu untuk kembali," kata George McDonaugh, kepala eksekutif dan salah satu pendiri blockchain dan perusahaan investasi cryptocurrency KR1 Plc, seperti dikutip Bloomberg.

Bitcoin sempat melonjak hingga US$11.246,25 pada hari Senin, menguat 13 persen dari level pada Jumat, sekaligus menempatkannya pada level tertinggi sejak Maret 2018. Pada pantauan terakhir pukul 11.41 WIB, Bitcoin berada pada level US$10.672,96, berdasarkan data Bloomberg.

Cryptocurrency terbesar ini sempat meroket di akhir 2017 yang memuncak dengan level tertinggi sepanjang masa di atas US$19.500, sebelum merosot hampir tanpa henti pada tahun 2018. Bitcoin bahkan sempat merosot hingga kisaran US$3.300 hingga US$4.100 selama beberapa bulan.

Perjalanan rebound Bitcoin dimulai pada April, membingungkan orang-orang yang mencoba untuk mencari alasan lonjakan tersebut. Sebuah studi oleh Indexica menunjukkan ada tiga pendorong utama, yaitu diskusi yang lebih kompleks seputar Bitcoin, meredanya kekhawatiran tentang penipuan, serta pergeseran ketegangan mengenai bagaimana Bitcoin dibicarakan dari masa lalu ke masa depan.

"Pasar telah sangat matang sejak Bitcoin terakhir kali melampaui US$10.000. Proses ini jauh lebih terjustifikasi mengingat tingkat adopsi saat ini," kata Matt Greenspan, analis pasar senior di eToro, seperti dikutip Bloomberg.

Berbeda dengan tahun lalu, saat ada tanda-tanda minat dari arus utama terhadap cryptocurrency dan teknologi blockchain yang mendasarinya, yang paling jelas adalah koin Libra yang akan dikembangkan Facebook Inc.

Raksasa media sosial ini bekerja dengan sekelompok besar mitra dari Visa Inc. hingga Uber Technologies Inc. untuk mengembangkan sistem, yang telah menarik perhatian dan kritik dari politisi yang mengangkat masalah privasi dan keamanan.

“Munculnya Libra memvalidasi ruang crypto dan mengirim semua koin digital utama lebih tinggi," kata Edward Moya, kepala analis pasar di Oanda Corp. "Volatilitas Bitcoin kemungkinan akan bertahan, dengan kisaran US$12.000 dan US$15.000 sebagai dua level resistensi berikutnya."

Meski demikian, kecepatan reli membuat sejumlah pengamat memperingatkan agar tetap berhati-hati.

Pendiri Empire Financial Research, Whitney Tilson berpandangan Bitcoin merupakan "contoh A" dalam leksikon "penipuan yang memperkaya orang dalam dengan mengorbankan orang kebanyakan."

"Jangan tertipu oleh rebound tahun ini. Pegang perkataan saya: Setahun dari sekarang, Bitcoin akan jauh lebih rendah. Ini adalah skema pump-and-dump yang akan berakhir dengan kehancuran," kata Tilson dalam komentarnya pekan lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bitcoin

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup