Pasar Obligasi 20 Juni : Harga SUN Masih Dalam Tren Positif

Pada perdagangan hari ini Kamis (20/6/2019) harga SUN diperkirakan masih bergerak positif melanjutkan tren yang terjadi selama beberapa hari terakhir.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 20 Juni 2019  |  09:47 WIB
Pasar Obligasi 20 Juni : Harga SUN Masih Dalam Tren Positif
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA -- Pada perdagangan hari ini Kamis (20/6/2019) harga SUN diperkirakan masih bergerak positif melanjutkan tren yang terjadi selama beberapa hari terakhir.
 
Analis MNC Sekuritas I Made Adi Saputra mengatakan, hasil FOMC Meeting yang dirilis pagi ini menyatakan bahwa The Fed tetap mempertahankan suku bunga acuannya pada level 2,25% hingga 2,50%. 

Hal ini akan berdampak pada melemahnya nilai tukar dolar AS  terhadap berbagai mata uang utama dunia, sehingga mengakibatkan harga SUN akan cenderung mengalami kenaikan.

Di samping itu, masih tingginya aliran modal asing yang masuk di pasar SUN akan menjadi katalis positif bagi pergerakan harga di pasar sekunder. 

"Dengan pertimbangan beberapa faktor tersebut kami menyarankan kepada investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga SUN di pasar sekunder," jelasnya Kamis (20/6/2019).

Dia  melihat beberapa seri SUN yang masih cukup menarik untuk diperdagangkan di tengah kenaikan pergerakan harga SUN, yaitu seri FR0053, FR0061, FR0063, FR0070, FR0056, FR0059, FR0064, FR0071, FR0073 dan FR0058. 

Pada perdagangan Rabu, 19 Juni 2019, pergerakan harga SUN mengalami kenaikan pada sebagian besar serinya, yang kembali didorong oleh faktor nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di mana perubahan nilai tukar tersebut akan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal dibandingkan dengan faktor domestik. 

Dari faktor domestik, pergerakan harga SUN dipengaruhi oleh prediksi Bank Indonesia yang akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level 6,00%.

Hanya saja, apabila mempertimbangkan inflasi yang rendah serta pertumbuhan ekonomi maka ada kemungkinan Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuannya. 

Sementara itu, dari faktor eksternal datang dari sentimen perang dagang antara Amerika dan China serta jelang disampaikannya hasil FOMC Meeting. Sentimen tersebut berdampak pada aksi para investor dimana mereka cenderung wait and see terhadap kondisi pasar saat ini. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara, pasar obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup